Cari

NAUFA BLOG

"Menulis adalah Bekerja untuk Keabadian" – PAT

Menghujat dan Mencaci-maki Ulama

Dewasa ini di media sosial banyak lahir penghujat dan penista baru. Dan yang mereka hujat bukanlah orang sembarangan, melainkan orang-orang yang berpengaruh, seperti ulama dan presiden. Sebagai contoh, Kiai Said Aqil Siroj dihujat dengan tuduhan fatwa-nya karena duit, Prof Quraish Shihab dituduh Syiah dan Gus Mus dihina dengan umpatan yang, tak tega saya menulisnya di sini. Belum lagi, orasi Ahmad Dhani yang menghujat presiden, pemimpin 255 juta rakyat Indonesia, dengan umpatan yang sungguh mengerikan.

Lanjutkan membaca “Menghujat dan Mencaci-maki Ulama”

Potret Akhlak Mbah Dim Kendal

Saya akan memenuhi permintaan salah satu teman, yang menyuruh saya menulis tentang akhlak kiai dan para ulama yang teduh, ditengah berbagai cacian dan hujatan di media sosial. Ini adalah tulisan pertama dari permintaan itu, berdasarkan pengalaman saya saja, karena sedang malas riset data. Lanjutkan membaca “Potret Akhlak Mbah Dim Kendal”

Sowan Habib Luthfi dan Beberapa Nasehatnya

Setelah berjibaku dengan kemacetan Semarang – Pekalongan, akhirnya kami rombongan pengurus PW IPNU-IPPNU Jawa Tengah sampai di kediaman Habib Luthfi bin Ali bin Yahya, Presiden Jam’iyyah Ahlith Thariqah Almu’tabarah An-Nahdliyyah (Jatman), salah satu sayap organisasi NU yang mengkonsolidasikan tarekat. Malam senin bakda isya, 27 November 2016, suasana kediaman beliau sudah dipenuhi beberapa tamu, termasuk beberapa aktivis IPNU-IPPNU Pekalongan yang menyambut dan mengantarkan sowan kami. Lanjutkan membaca “Sowan Habib Luthfi dan Beberapa Nasehatnya”

Akhiri Shalawatan, Indonesia Raya Pun Berkumandang

Rintik hujan malam itu mengguyur ribuan manusia, yang tengah berkumpul di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah Kamis malam (24/11). Puluhan pedagang mengamankan dagangannya. Beberapa anak-anak sibuk menjajakan kertas karton untuk alas, di tengah membludaknya pengunjung ke jalan. Alas tikar dan karpet yang disediakan panitia, tak mampu lagi menampung ribuan massa yang datang dari berbagai penjuru, untuk melakukan “Shalawat dan Doa Bersama Untuk Bangsa” bersama Habib Syekh bin Abdul Qadir Assegaf, peshalawat asal Solo, Jawa Tengah. Lanjutkan membaca “Akhiri Shalawatan, Indonesia Raya Pun Berkumandang”

Tentang Hina Menghina

Beredar luas di jagad dunia maya, sebuah capture salah satu akun twitter seseorang yang mengina KH. A. Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus, kiai kharismatik NU asal Rembang, Jawa Tengah, dengan kata-kata yang kurang pantas. Lanjutkan membaca “Tentang Hina Menghina”

MAN Purworejo Cegah Propaganda Radikalisme

PURWOREJO, suaramerdeka.com – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Purworejo melakukan kegiatan mengantisipasi infiltrasi dan propaganda ideologi radikalisme yang berpotensi menyasar para siswanya. Lanjutkan membaca “MAN Purworejo Cegah Propaganda Radikalisme”

Bagaimana Cara Menghidari Radikalisme?

Lanjutkan membaca “Bagaimana Cara Menghidari Radikalisme?”

Belajar dari Kasus Ahok

Tulisan ini saya dasari dari statemen dan nasehat guru bangsa, Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun dalam suatu forum maiyah. “Jangan ada suatu peristiwa yang kamu tidak mengambil pelajaran darinya,” katanya. Lanjutkan membaca “Belajar dari Kasus Ahok”

Menghapus Kebencian

Dulu saya pernah memiliki kebencian atau rasa benci kepada seseorang, yaitu ketika saya awal memasuki pesantren. Ia, seorang senior di kamar, selalu melihatku sinis, judes dan bengis. Lanjutkan membaca “Menghapus Kebencian”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑