Cari

Masnop!

"Mungkin tidak 'ilmiah' bagimu. Namun tulisanku ini adalah buah dari mahakarya Tuhan: akal."

Reportase Maiyah Juni 2016

Beikut ini adalah resume subyektif saya dalam forum Macapat Syafaat, 17 Juni 2016 TKIT Alhamdulillah, Kasihan, Bantul, DIY. Saya sebut subyektif karena ini adalah penangkapan saya atas paparan yang disampaikan dalam forum tersebut dalam konteks-konteks tertentu. Bisa jadi apa yang saya tangkap salah atau berbeda dari maksudnya, silakan dicari sendiri “kebenarannya”. Semoga, ini  menjadi sepercik catatan untuk mengabadikan. Continue reading “Reportase Maiyah Juni 2016”

Menegakkan Previllege Tuhan di Bulan Ramadan

Menjelang bulan suci ramadan, berbagai media seringkali menyuguhi berita aparat kepolisian atau organisasi keagamaan melakukan sweeping penutupan warung dan tempat-tempat maksiat. Tindakan tersebut acapkali menuai resistensi dari pihak pengelola. Khusus penutupan tempat-tempat maksiat seperti lapak perjudian atau lokalisasi, mungkin semua sepakat, syukur-syukur ditutup selamanya. Namun perihal menutup warung makan atau restoran, masih menuai pro-kontra. Continue reading “Menegakkan Previllege Tuhan di Bulan Ramadan”

Sowan Kiai Gondrong II

Pukul 21.00 WIB kami sampai di kediamannya, di Jombor,  Sleman, Jogjakarta. Beberapa santrinya menyilakan kami menunggu, sambil minum teh hangat dan snack ala Jawa Timuran. “Apa pak kiai ada, Mas?”, tanyaku. “Sedang ngaji di Krapak, mas”, jawab salahsatu santri, “paling sebentar lagi pulang”, imbuhnya. Continue reading “Sowan Kiai Gondrong II”

Mencerdasi Makna Dibalik Peristiwa

AKU yakin, bahwa tak ada satupun kejadian di dunia ini yang tidak ada hikmahnya. Peristiwa apapun, termasuk yang oleh maenstrem orang dianggap tabu, negativ dan bahkan kriminalistik, bisa dicerdasi dan diambil ilmunya. Perkara belum ketemu apa dibalik itu, tentu itu tugas kita mencarinya, menelitinya, menganalisisnya dalam “kacamata” Allah SWT. Continue reading “Mencerdasi Makna Dibalik Peristiwa”

Mau Bersama Meski Tak Sama

KECUALI satu jendelanya yang hilang entah kemana, sebuah rumah kontrakan tua di Jl Sibak No. 18 Purworejo itu juga sering diibaratkan kapal pecah. Namun, dari tempat sederhana itulah, sekelompok pemuda yang ingin maju, berkumpul setiap bulannya membahas pelbagai hal baik yang tekait diri, lingkungan, masyarakat, negara, ekonomi, politik, budaya dengan lambar agama. Pesertanya datang dari berbagai latar belakang pendidikan, ekonomi, status sosial dan menyatu dalam tag line: mau bersama-sama dengan orang yang tidak sama. Continue reading “Mau Bersama Meski Tak Sama”

Reportase Maiyah Mei 2016: Shalawat Badar dan 24 Jam Untuk Tuhan

Tahukah kamu, kasih, semalam tadi aku kembali ke rumah bercat hijau di Kasihan, Bantul, Yogyakarta itu. Rumah yang menjadi saksi kehangatan kita, atau minimal kehangatanku saja. Di rumah yang dijadikan warung itu, bayangmu yang biasanya hanya menggodaku, kini hampir membunuhku. Tanggal 17 Mei 2016, mengingatkan perjalanan kita membelah malam tanpa tujuan waktu itu: 17 Agustus 2015. Continue reading “Reportase Maiyah Mei 2016: Shalawat Badar dan 24 Jam Untuk Tuhan”

Pesan-Pesan Kiai Chalwani di Malam Ta’aruf

[Ceramah KH Achmad Chalwani pada malam Ta’aruf Kilatan Ramadhan Pondok Pesantren An-Nawawi di Serambi Masjid Tua Berjan, 22 Agustus 2009. Ceramah direkam  via LG KG, dialihtulisankan dan diedit oleh Ahmad Naufa, author: ahmadnaufa.wordpress.com] Continue reading “Pesan-Pesan Kiai Chalwani di Malam Ta’aruf”

Memperbarui Iman dan Melunakkan Hati

[Pengajian KH Achmad Chalwani dalam rangka Haul dan Santunan Anak Yatim Piatu Jamaah Nurul Huda sekaligus Selapanan Jamiyyah Thariqah Qadiriyyah/ Naqsabandiyyah di Cepedak, Bruno, Purworejo, 17 Muharram 1433 H. Dialihtuliskan dan diedit oleh Ahmad Naufa, pengasuh blog: ahmadnaufa.wordpress.com] Continue reading “Memperbarui Iman dan Melunakkan Hati”

Berjuang untuk Perubahan [Purworejo]

Pemuda setengah baya itu menceburkan diri ke lumpur. Di tengah terik matahari, ia membimbing pemuda-pemudi lainnya untuk menanam, suatu pekerjaan yang membutuhkan keberanian dan kesabaran. Ditengah lumpur rawa-rawa bagian pesisir samudera hindia, hampir setiap hari semenjak beberapa tahun lalu, ia menjadi pahlawan bagi masyarakat. Pemuda itu mampu memobilisir ratusan warga, ribuan manusia serta meningkatkan taraf ekonomi masyarakat dengan memperkenalkan gagasan baru: ekowisata mangrove. Continue reading “Berjuang untuk Perubahan [Purworejo]”

Kau Belum Tentu Membutuhkan Cinta dan Rinduku

Sekilas, kau tak adil di mataku
Aku selalu merindukanmu di setiap waktu
Sedangkan kau tak pernah menyapaku
Namun aku berharap kau menyapaku lewat doa Continue reading “Kau Belum Tentu Membutuhkan Cinta dan Rinduku”

Mengenang Mas Khoirul Fata

Entah mengapa, sosok almarhum Mas Fata begitu terkesan dalam hidup saya. Terkadang, sosoknya melintas begitu saja dalam benak saya. Sontak, itu mengingatkan saya untuk ziarah ke makam beliau di Bulus Purworejo. Jika tidak bisa, minimal melangitkan bacaan fatihah untuk beliau.

Tulisan ini saya tulis tidak sekadar untuk beromantisme dengan beliau, namun juga agar saya senantiasa ingat dan menjalankan nasehat dan spirit beliau. Continue reading “Mengenang Mas Khoirul Fata”

Negeri Tembakau

Pagi itu langit Nampak cerah. Namun matahari masih malu-malu untuk menampakkan batang hidungnya. Suara ayam berkokok bersahutan dimana-mana. Para lelaki mulai berangkat berkebun. Sementara beberapa ibu-ibu sibuk mencuci baju dan perabot rumahtangga di pancuran kamar mandi masjid. Di sebuah desa di lereng gunung sumbing bernama Losari, wilayah kabupaten Temanggung Jawa Tengah, beberapa aktu lalu, aku terdampar diseret takdir. Continue reading “Negeri Tembakau”

Petani, Islam dan Kemandirian Pangan

INI adalah foto yang diambil oleh Muhammad Fatichin, di pesawahan desa Kalipucung Timur, Batang, Jawa Tengah, pada 11 April 2016. Sekilas, foto ini terlihat biasa dan tak ada yang istimewa, yaitu: para petani melaksanakan shalat dzuhur berjamaah di pematang sawah. Continue reading “Petani, Islam dan Kemandirian Pangan”

Kartini Inisiator Diterjemahkannya al-Quran

Pemerintah menetapkan tiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Sebagai seorang perempuan yang memperjuangkan pendidikan dan hak-hak perempuan, Kartini memang layak mendapat kehormatan itu: diperingati hari kelahirannya. Lewat surat-suratnya yang fenomenal dan legendaris, putri Bupati Jepara ini telah membawa dampak sosial, budaya, politik dan pendidikan yang cukup revolusioner di masanya. Continue reading “Kartini Inisiator Diterjemahkannya al-Quran”

Ramalan “Ilmiah” atas Kemerdekaan Indonesia

Oleh: Ahmad Naufa Khoirul Faizun

Ada fakta sejarah yang mencengangkan, dibalik merdekanya Indonesia dari belenggu penjajah. Hal itu berupa ramalan “ilmiah”, bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, dari para ulama dan tokoh yang memiliki daya linuwih, lebih dari umumnya orang. Fakta ini menunjukkan bahwa Indonesia bukanlah negeri sembarangan, yang bisa di-obok-obok oleh bangsa asing semau mereka. Ada “kekuatan tersembunyi” dibalik sebuah negeri bernama Indonesia. Negeri yang menurut statement Mahmoud Syaltut Rektor Universitas Al-Azhar Mesir pada kunjungannya ke Indonesia tahun 1960-an, adalah “serpihan surga yang diturunkan Allah di bumi”[1].  Negeri dengan penganut agama Islam terbesar di dunia, agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dari Makkah. Continue reading “Ramalan “Ilmiah” atas Kemerdekaan Indonesia”

Blog di WordPress.com. | Tema Baskerville.

Atas ↑

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 4.882 pengikut lainnya