Bunga Trotoar

Ibu tua berkerudung pink dan berbaju cokelat itu masih terjaga di seperempat malam. Bersama seorang asistennya, ia menjaga warungnya di sebuah trotoar di depan sebuah rumah sakit di sebuah kota yang sedang rajin bersolek. Inilah salah satu potret profesi hidup, yang oleh Bang Iwan Fals – legenda hidup musik Indonesia – direkam dalam sebuah lagunya: Bunga Trotoar. Continue reading “Bunga Trotoar”

Kena Tilang

Kemarin, aku meminjam motor adikku untuk kubuat pergi ke Kota Wonosobo, mengurus suatu hal. Ia memberikan kontak, helm, lengkap dengan STNK-nya kepadaku.

Tadi, adikku datang untuk mengambil motornya. Kuberikan helm dan kontaknya. Tanpa banyak cingcong, bersama temannya, ia lalu pergi.

Beberapa bentar kemudian, ia memanggilku via Whats App.

“Tolong STNK-nya bawa ke sini. Aku ketilang,” ungkapnya.
“Oke, aku menuju,” jawabku, tenang.

Di lokasi, ada puluhan aparat dan para pengendara yang “tercydux”. Aku menuju ke lokasi di mana adikku diinterogasi, dan memberikan STNKnya.

Di seberang, ada juga temanku – seorang wartawan – yang sedang asik memotret berita tilangan biasa ini. Ia melihatku, aku pun melihatnya. Tapi, seakan kita punya kesepakatan diam bersama untuk tidak saling menyapa.

Adikku menunjukkan STNK. “Ini STNK yang tadi belum lengkap, Pak,” katanya. Lalu diperiksa. Ternyata semua surat-suratnya lengkap.

“Tapi tadi waktu diperiksa kan nggak bawa STNK,” kata sang introgator.
“Iya, betul. Tapi sekarang ada,” jawab Adikku.
“Tetap nggak bisa. Soalnya tadi waktu diperiksa nggak ada STNK-nya,” keukeuhnya. Continue reading “Kena Tilang”

Gus Muwafiq: Menolak Bendera HTI Tidak Berarti Menolak Laillaahaillallah

Simpangsiur penolakan bendera Laailaahaillallah (HTI) itu tidak berarti kemudian menolak Lailaahaillallah.

Demikian disampaikan Gus Muwafiq dalam sebuah video pendek yang diposting pertama kali oleh akun Instagram A. Muhaimin Iskandar: (@cakiminow) pada Selasa, 11 September 2018.

“Bendera Palu Arit PKI kita tolak. Tapi kalau palu tetap kita pakai untuk nukang, arit tetap kita pakai untuk ke sawah. Jadi penolakan palu arit tidak berarti kemudian menolak palu arit sebagai sebuah alat kerja,” kata kiai berambut gondrong ini.

Lebih lanjut, ulama muda yang tinggal di Sleman, Jogjakarta ini menolak identitas dan simbol HTI, organisasi terlarang.

“Begitu juga ‘Lailaahaillallah benderanya Hizbut Tahrir’, kita tolak. Karena menjadi identitas Hizbut Tahrir,” ungkapnya.

“Tapi kalau masalah Laailahaillallah kita pakai tahlilan setiap hari. Dan itu dilakukan oleh santri di manapun berada. Jangan diputar balik, ya?,” pungkas asisten pribadi Gus Dur ini. (Red. Ahmad Naufa)

Lihat video:

Dia

Di suatu siang di dapur rumah yang sederhana, kutemui kau seorang diri sedang memasak. Dan di atas amben, penuh dengan sayur-mayur dan bahan mentah makanan. “Besok ibu-ibu Fatayat dan Muslimat akan rapat di sini, menyiapkan santunan untuk bulan Muharram,” tuturnya, sambil terus menggoreng masakan. Continue reading “Dia”

Berpidato Itu Tak Mudah

Senang mendapat kabar bahwa Muhammad Azhar An-Nawa ( instagram: @jia_bafaza ) keponakanku, menjadi juara Muhadloroh Kubro Tingkat Madrasah Diniyyah Ulya (MDU) PP. An-Nawawi Berjan, semalam.

Dulu saya pernah tampil di ajang yang sama. Sayangnya masih kalah dengan santri daerah lain; kalau tidak juara tiga, empat, seingat saya.

Untuk tampil di “adu orasi” atau ceramah tingkat ulya (atas) ini, butuh banyak hal. Di antaranya, pertama, bekal. Bekal dari belajar dan sumber dalil otoritatif seperti al-Quran, Sunnah dan kitab rujukan pesantren NU. Continue reading “Berpidato Itu Tak Mudah”

Islam Nusantara yang Saya Pahami

oleh: Ahmad Naufa Khoirul Faizun

Islamnya shalat, tetap,
Nusantaranya ditambahi puji-pujian sebelum shalat, sambil nunggu yang masih pulang dari sawah. Biar pada denger dikasih tau pake bedug dan kentongan! 😀

Islamnya nyuruh baca kalimah thayyibah,
Nusantaranya ada tahlilan, dzikir sehabis shalat. Kalo nggak bareng-bareng suka lupa, soalnya. 😂

Islamnya haji ke Mekah,
Nusantaranya ada manasik dulu di alun-alun pakai triplek, miniatur ka’bah.😁 Maklum, jauh, nggak pernah liat. Tahunya sini Borobudur pas study tour! 😂 Continue reading “Islam Nusantara yang Saya Pahami”

Atas ↑