Cari

Naufa Blog

"Aku ingin menulis sampai tak bisa lagi menulis" [Mahbub Djunaidi]

Reportase Maiyah Wolulasan Juni 2016 (Musibah dan Anugerah)

BERTEPATAN dengan malam jum’at, 30 Juni 2016, Maiyah Wolulasan ke-67 terselenggara di tempat biasa: Jl. Sibak No. 18 Pangenjurutengah Purworejo. Beberapa pemuda sibuk menyiapkan kopi dan snack. Sementara di malam tanpa hujan tersebut, jamaah maiyah terus berdatangan. Sampai pukul 21.00 WIB, aula rumah hijau tua sesak dipenuhi tamu. Kemudian, bergemalah lagu kebangsaan Indonesia raya, tanda pembukaan. Continue reading “Reportase Maiyah Wolulasan Juni 2016 (Musibah dan Anugerah)”

Reportase Maiyah Juni 2016

Beikut ini adalah resume subyektif saya dalam forum Macapat Syafaat, 17 Juni 2016 TKIT Alhamdulillah, Kasihan, Bantul, DIY. Saya sebut subyektif karena ini adalah penangkapan saya atas paparan yang disampaikan dalam forum tersebut dalam konteks-konteks tertentu. Bisa jadi apa yang saya tangkap salah atau berbeda dari maksudnya, silakan dicari sendiri “kebenarannya”. Semoga, ini  menjadi sepercik catatan untuk mengabadikan. Continue reading “Reportase Maiyah Juni 2016”

Menegakkan Previllege Tuhan di Bulan Ramadan

Menjelang bulan suci ramadan, berbagai media seringkali menyuguhi berita aparat kepolisian atau organisasi keagamaan melakukan sweeping penutupan warung dan tempat-tempat maksiat. Tindakan tersebut acapkali menuai resistensi dari pihak pengelola. Khusus penutupan tempat-tempat maksiat seperti lapak perjudian atau lokalisasi, mungkin semua sepakat, syukur-syukur ditutup selamanya. Namun perihal menutup warung makan atau restoran, masih menuai pro-kontra. Continue reading “Menegakkan Previllege Tuhan di Bulan Ramadan”

Sowan Kiai Gondrong II

Pukul 21.00 WIB kami sampai di kediamannya, di Jombor,  Sleman, Jogjakarta. Beberapa santrinya menyilakan kami menunggu, sambil minum teh hangat dan snack ala Jawa Timuran. “Apa pak kiai ada, Mas?”, tanyaku. “Sedang ngaji di Krapak, mas”, jawab salahsatu santri, “paling sebentar lagi pulang”, imbuhnya. Continue reading “Sowan Kiai Gondrong II”

Mencerdasi Makna Dibalik Peristiwa

AKU yakin, bahwa tak ada satupun kejadian di dunia ini yang tidak ada hikmahnya. Peristiwa apapun, termasuk yang oleh maenstrem orang dianggap tabu, negativ dan bahkan kriminalistik, bisa dicerdasi dan diambil ilmunya. Perkara belum ketemu apa dibalik itu, tentu itu tugas kita mencarinya, menelitinya, menganalisisnya dalam “kacamata” Allah SWT. Continue reading “Mencerdasi Makna Dibalik Peristiwa”

Mau Bersama Meski Tak Sama

KECUALI satu jendelanya yang hilang entah kemana, sebuah rumah kontrakan tua di Jl Sibak No. 18 Purworejo itu juga sering diibaratkan kapal pecah. Namun, dari tempat sederhana itulah, sekelompok pemuda yang ingin maju, berkumpul setiap bulannya membahas pelbagai hal baik yang tekait diri, lingkungan, masyarakat, negara, ekonomi, politik, budaya dengan lambar agama. Pesertanya datang dari berbagai latar belakang pendidikan, ekonomi, status sosial dan menyatu dalam tag line: mau bersama-sama dengan orang yang tidak sama. Continue reading “Mau Bersama Meski Tak Sama”

Reportase Maiyah Mei 2016: Shalawat Badar dan 24 Jam Untuk Tuhan

Tahukah kamu, kasih, semalam tadi aku kembali ke rumah bercat hijau di Kasihan, Bantul, Yogyakarta itu. Rumah yang menjadi saksi kehangatan kita, atau minimal kehangatanku saja. Di rumah yang dijadikan warung itu, bayangmu yang biasanya hanya menggodaku, kini hampir membunuhku. Tanggal 17 Mei 2016, mengingatkan perjalanan kita membelah malam tanpa tujuan waktu itu: 17 Agustus 2015. Continue reading “Reportase Maiyah Mei 2016: Shalawat Badar dan 24 Jam Untuk Tuhan”

Pesan-Pesan Kiai Chalwani di Malam Ta’aruf

[Ceramah KH Achmad Chalwani pada malam Ta’aruf Kilatan Ramadhan Pondok Pesantren An-Nawawi di Serambi Masjid Tua Berjan, 22 Agustus 2009. Ceramah direkam  via LG KG, dialihtulisankan dan diedit oleh Ahmad Naufa, author: ahmadnaufa.wordpress.com] Continue reading “Pesan-Pesan Kiai Chalwani di Malam Ta’aruf”

Memperbarui Iman dan Melunakkan Hati

[Pengajian KH Achmad Chalwani dalam rangka Haul dan Santunan Anak Yatim Piatu Jamaah Nurul Huda sekaligus Selapanan Jamiyyah Thariqah Qadiriyyah/ Naqsabandiyyah di Cepedak, Bruno, Purworejo, 17 Muharram 1433 H. Dialihtuliskan dan diedit oleh Ahmad Naufa, pengasuh blog: ahmadnaufa.wordpress.com] Continue reading “Memperbarui Iman dan Melunakkan Hati”

Blog di WordPress.com. | Tema Baskerville.

Atas ↑

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 4.882 pengikut lainnya