Cari

Ahmad Naufa Khoirul Faizun

"Menulis adalah bekerja untuk keabadian" [Pram]

Syekh Al-Azhar Ijazahkan Sanad Kitab Kuning di Pesantren An-Nawawi

Salah satu ulama kenamaan yang sekaligus dosen Universitas Al-Azhar Mesir, Syekh Dr Hisyam Kamil Hamid Musa Assyafii Al Azhari berkesempatan mengijazahi sanad kitab dan hadits kepada 2300 santri Pondok Pesantren Putra Putri An-Nawawi Berjan, Gebang, Purworejo. Pemberian ijazah tersebut dilangsungkan di masjid setempat, Jumat (23/9/2016) sore. Lanjutkan membaca “Syekh Al-Azhar Ijazahkan Sanad Kitab Kuning di Pesantren An-Nawawi”

Pesan dari Bilik Penjara

KECUALI di medsos, saya akhir-akhir ini memang jarang sekali silaturrahmi, sowan atau nyambung paseduluran secara offline. Wajar ketika kemarin seorang teman mengajak untuk silaturrahmi ke seorang kepala desa, langsung saya jawab: “Ya!”. Dengan Kijang Super, kamipun berlari menuju rumah kades yang masih lumayan muda tersebut.  Lanjutkan membaca “Pesan dari Bilik Penjara”

Perspektif Seorang Sopir Angkot

UNTUK menghindari panas dan kemacetan, saya memilih malam untuk melakukan perjalanan. Kemarin petang, dengan modal duit Rp. 55.000, saya dapat tiket shuttle bus untuk menuju Semarang, Ibukota Jawa Tengah. Keperluan utama saya adalah bertemu dengan seorang teman yang sudah lama menghilang. Lanjutkan membaca “Perspektif Seorang Sopir Angkot”

Hidup Mati Hidup Mati (Catatan Maiyah September 2016)

MAIYAH memang seperti terasa seperti biasanya: dihadiri ribuan pengunjung, pedagang dan suasana khas yang sudah kukenal semenjak tahun 2011 lalu. Namun tidak untuk Macapat Syafaat 17 September 2016 ini. Soalnya sederhana: aku duduk di tempat bersama orang yang salah. Ketika sampai di TKIT Alhamdulillah, Kasihan, Bantul, DIY sekitar pukul 21.00 itu, aku bersama teman-teman menuju rumah hijau di seberang forum, salahsatu rumah yang membuka warung di berandanya. Lanjutkan membaca “Hidup Mati Hidup Mati (Catatan Maiyah September 2016)”

Cak Nun: Semua Berkemungkinan Salah, Kecuali…

RIBUAN manusia sudah tumpah-ruah di halaman gedung tua SMAN7 Purworejo, pada kamis 9 September 2016, sekitar pukul delapan malam. Diatas karpet dan tikar, para guru, murid, wali murid dan masyarakat umum itu duduk untuk mengikuti “Tadabbur” Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng. “Pentingnya Akidah, Akhlak dan Akal Sehat dalam Pendidikan,” menjadi topik bahasan di malam yang tak begitu cerah itu. Lanjutkan membaca “Cak Nun: Semua Berkemungkinan Salah, Kecuali…”

Ingatan Positif Tentang Politik

SETELAH membaca tulisan salahsatu novelis muda Indonesia, Okky Madasari berjudul Catatan Naif tentang Politik yang dimuat di Jawa Pos 6 Agustus 2016 lalu, entah kenapa membuat saya juga ingin menuliskan hal yang sama: pengalaman dan pandangan pribadi tentang politik. Selain sekadar refleksi, catatan ini terlahir juga karena saya memiliki sedikit “pandangan lain” dengan Mbak Okky.

Lanjutkan membaca “Ingatan Positif Tentang Politik”

Sampai Kini, Gus Dur Masih Membantu Kami

PADA suatu siang di pertengahan bulan Mei 2011, dua orang pemuda berboncengan motor keliling kota Purworejo, Jawa Tengah. Di depan sebuah rumah tua di pertigaan jalan sibak, sekitar 500 meter dari makam pahlawan nasional Sarwo Edhy Wibowo, perlahan sang joki mengerem motor, berhenti. Kemudian mereka turun dari motor astrea grand, melihat-lihat dan menanyakan kepada penduduk sekitar: siapa sang pemilik rumah itu? Lanjutkan membaca “Sampai Kini, Gus Dur Masih Membantu Kami”

Sembilan Istilah dan Tradisi Santri

DALAM masyarakat santri di pesantren, ada banyak istilah yang sering digunakan baik untuk berkomunikasi maupun mengaplikasikan suatu tindakan. Istilah tersebut kadang tidak begitu dimengerti oleh orang yang tidak pernah hidup pesantren. Berikut adalah sembilan istilah yang akrab bagi santri atau para alumnus pesantren.  Lanjutkan membaca “Sembilan Istilah dan Tradisi Santri”

Mengenang Seorang Teman

Kemarin, Lailatul Munawwaroh alias Ela, seorang teman seangkatanku ketika masih duduk di sekolah menengah pertama, mengabariku berita duka. Rifqi Ishom, teman seangkatanku yang juga beralmamater sama, telah meninggal dunia, sekitar setahun lalu, ketika usia pernikahannya baru setengah tahun. Dan betapa, di era teknologi informasi yang sedemikian canggih, kabar itu baru sampai di telingaku selambat ini – setahun kemudian. Lanjutkan membaca “Mengenang Seorang Teman”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑