Valentine Day yang Islami? Why Not?

Di antara hal yang selalu diributkan umat Islam di Indonesia menjelang pertengahan bulan Februari adalah fenomena perayaan Hari Valentine. Pro kontra pun terjadi di tengah-tengah masyarakat: ada yang menolak (bahkan mengharamkan) dan ada yang memperbolehkan, yang tentu dalam batas-batas tertentu. Continue reading “Valentine Day yang Islami? Why Not?”

Iklan

Pemuda Gereja dan Santri pun Berkolaborasi di Haul Gus Dur

Di sebuah sudut di Kampus Katholik Universitas Sanata Dharma (USD), Yogyakarta, ada tempat berukuran sekitar 3×2 meter. Tak mewah, memang. Namun, di atap ruangan itu tertulis tanda panah, arah kiblat. Dan di bawahnya terhampar beberapa sajadah. Itulah, bentuk toleransi beragama yang nyata-nyata ada di Indonesia: sebuah Universitas Katholik, menyediakan Mushala, tempat untuk shalat bagi yang beragama Islam. Continue reading “Pemuda Gereja dan Santri pun Berkolaborasi di Haul Gus Dur”

Belajar dari Gus Mus yang Mendapat Yap Thiam Hien

Terus terang, sebelumnya, saya tak mendengar kata atau nama Yap Thiam Hien. Saya baru tahu kata itu ketika KH. A. Mustofa Bisri atau biasa disapa Gus Mus, seorang kiai sepuh NU, mendapat penghargaan itu pada Rabu (24/10) lalu. Usut-punya usut, ternyata penghargaan yang secara fokus diberikan kepada pejuang HAM itu cukup bergengsi (Setidaknya bisa dilihat inisiator, juri dan para tamu yang hadir pada penganugerahan itu). Nama penghargaan ini diambil dari nama pengacara Indonesia keturunan Tionghoa dan pejuang hak asasi manusia, Yap Thiam Hien. Meski tak secara langsung, seperti dikatakan ketua Yayasan Yap Thiam Hien Award Todung Mulya Lubis, Gus Mus telah berjuang dan memperjuangkan HAM lewat tulisan, karya dan sepak terjangnya. Continue reading “Belajar dari Gus Mus yang Mendapat Yap Thiam Hien”

Merumuskan Hubungan Ideologi Nasional dan Agama

Oleh KH Abdurrahman Wahid

Di dalam kesejarahan umat Islam, ada suatu tradisi yang perlu kita warisi dan terus kita kembangkan. Tradisi ini telah berkembang berabad-abad lamanya, yaitu: watak penyerapannya yang tinggi atau yang sering disebut orang sebagai “Eclectic”. Seperti Imam Abu Hanifah (Ibnu Tsabit bin Nu’man, Abu Hanifah), disamping ia seorang yang sangat alim dalam ilmu fiqh ia juga seorang penjahit (kalau istilah sekarang, ya “Hanafi Tailor” begitulah).
Continue reading “Merumuskan Hubungan Ideologi Nasional dan Agama”

Menyimak Kembali Lagu Nasida Ria ‘Damailah Palestina’

Purworejo, NU Online, Ahad, 10 Desember 2017
Sebuah grup musik asal Semarang yang ngetren di era 80-90-an, dan sampai kini masih eksis, telah lama menyuarakan perdamaian untuk Palestina dengan sebuah lagu. Grup musik itu bernama Nasida Ria.

Pada album Volume 12 bertajuk “Tahun 2000”, grup kasidah yang semua personelnya digawangi oleh perempun itu menyanyikan lagu yang diciptakan oleh Drs. H. Abu Ali Haidar. Dalam album ini Nasida Ria merilis sebuah lagu berjudul “Damailah Palestina”. Berikut adalah penggalan liriknya: Continue reading “Menyimak Kembali Lagu Nasida Ria ‘Damailah Palestina’”

Perkenalanku dengan Banser

Barisan Ansor Serbaguna, atau yang biasa disebut Banser, merupakan gerakan pemuda yang tak asing bagiku. Aku telah mengenalnya semenjak lama, semenjak kecil hidup di desa, sampai tumbuh dewasa dan kini tinggal di kota.
Dulu, ketika masih SD, aku punya om, namanya Hayyun. Orang desa, dan karena lidah Jawa, menyebutnya Kayun. Aku sendiri memanggilnya Lik Kayun. Maklum, aku memanggil Mbah (simbah, kakek) kepada ayahnya. Kepada Kayun itulah, aku mengenal Banser, meski sebatas tahu nama, untuk pertama kalinya di dunia.
Oleh Ahmad Naufa Khoirul Faizun

Continue reading “Perkenalanku dengan Banser”

Atas ↑