Hikmah Ramadhan: Makna Berpuasa

PUASA merupakan ibadah yang mempunyai spesifikasi khusus dibanding ibadah-ibadah lain. Spesifikasi tersebut dapat dilihat dari pola pelaksanaan yang betul-betul membutuhkan kejujuran orang yang melaksanakannya. Ibadah puasa bersifat ibadah individu yang tidak dikerjakan oleh anggota tubuh yang nampak, namun tergantung niat yang ada dalam hati dan sanubari pelaksanaannya. Puasa merupakan ibadah yang hanya diketahui oleh pribadi yang mengerjakannya dan Allah SWT semata sebagaimana sabda-Nya dalam Hadis Qudsi, “Semua amal perbuatan anak Adam adalah bermanfaat bagi dirinya, kecuali puasa. Maka, sesungguhnya puasa kembali kepada-Ku dan Akulah yang akan memberikan balasan puasa tersebut”.
Melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban yang harus dikerjakan oleh setiap muslim dengan senantiasa memenuhi segala syarat dan rukunnya sesuai dengan tuntutan syariat. Ada beberapa hikmah atau makna yang terkandung di dalam puasa. Antara lain:
1. Puasa merupakan ungkapan rasa syukur seorang hamba atas nikmat dan karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT kepadanya.
2. Memberikan pengertian kepada kita bagaimana seharusnya memelihara dan menjaga sebuah amanat agar berdaya guna bagi umat manusia, bukan menjadikannya sebagai kesempatan untuk kepentingan diri dan keluarganya, karena dengan menjalankan perintah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa merupakan suatu amanat Allah SWT, yang harus dipertanggungjawabkan.
3. Mendidik kita mempunyai rasa kepedulian (sense of critis) kepada kaum dhu’afa, karena dengan puasa mampu merasakan pahitnya rasa lapar dan dahaga yang setiap hari dirasakan oleh mereka, dengan harapan kepedulian itu menjadi sumber inspirasi akan tindakan-tindakan nyata guna menolong dan mengentaskan mereka dari jurang kesengsaraan dan kemiskinan.
4. Merupakan upaya untuk mencapai kemenangan akal dalam mengalahkan nafsu syahwat. Dengan kemenangan akal ini, maka akan menjadikan seseorang senantiasa sadar dan mampu mengontrol segala tindakan yang dilakukan agar sesuai dengan hati nurani dan jauh dari keinginan hawa nafsu yang menjerumuskan dan menyengsarakan manusia serta cenderung keluar dari norma-norma yang berlaku baik norma agama maupun norma sosial. Inilah hikmah yang sangat relevan untuk kita renungi apabila kita melihat realitas kehidupan yang terjadi pada akhir-akhir ini, di mana norma yang seharusnya diikuti namun malah dilanggar bahkan nyaris dilupakan.
5. Meningkatkan kecerdasan pola pikir manusia karena dengan mengurangi makan dan minum selama berpuasa dapat menjadikan pikiran manusia menjadi lebih jernih. Dalam kondisi pikiran yang jernih, akal dapat lebih mudah menerima dan memahami apa yang dipelajari.
6. Menjadikan jasmani seseorang lebih sehat. Dengan mengurangi kuantitas makan dan minum selama berpuasa menjadikan kondisi perut dan lambung kita senantiasa bersih sehingga mampu menekan tumbuhnya benih-benih penyakit, karena kebanyakan penyakit bersumber dalam perut dan lambung itu. Nabi SAW bersabda, “Berpuasalah, pasti akan menjadi sehat”.
Semoga pada Ramadan ini puasa kita diterima Allah SWT serta memperoleh harapan dan tujuan dari diwajibkannya puasa, yakni menjadi orang yang bertakwa seperti yang difirmankan oleh Allah SWT. Amin.
(KH Achmad Chalwani, Pengasuh Pondok Pesantren Putra-putri An-Nawawi Berjan Purworejo dan anggota DPD/MPR RI)-z

Iklan

2 thoughts on “Hikmah Ramadhan: Makna Berpuasa

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: