Jarang Muncul di Media, Serap Aspirasi Masyarakat

Dibanding anggota DPD lainnya dari Jawa Tengah, sosok KH Achmad Chalwani memang jarang terlihat muncul di mass media. Beda dengan Drs H Budhi Santoso atau Prof Sudharto, yang sering diberitakan oleh media. Toh begitu, bukan berarti KH Chalwani berdiam hanya diri di kantornya. Dia tetap berkunjung ke daerah-daerah pelosok untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Oleh: RUSTAM AJI, Kudus

SOSOK KH Chalwani sebagai anggota DPD, memang tergolong kiai yang low profile. Tak jarang dia harus turun sendiri ke daerah-daerah demi mendengarkan keluhan-keluhan masyarakat. Background-nya sebagai seorang kiai yang memiliki Pondok Pesantren An Nawawi Berjan Gebang di Purworejo, memudahkan dirinya untuk bergaul dengan masyarakat golongan bawah.

Didampingi staf ahlinya, Rif’an SAg MM, yang kini mencalonkan diri sebagai caleg DPRD Jateng Dapil 2 (Demak, Jepara, Kudus), KH Chalwani beberapa waktu langsung turun langsung di Desa Jerukwangi Kecamatan Bangsri, Jepara, untuk mendengarkan langsung keluhan-keluhan petani seputar kelangkaan pupuk di sana.

“Memang selama ini bapak (KH Chalwani, Red) ingin melihat langsung kondisi masyarakat di daerah. Sehingga, begitu mendengar ada isu kelangkaan pupuk di Jepara, bapak langsung menuju ke sana. Bapak memang sangat peduli terhadap nasib petani,” ungkap Rif’an.

Selain ke Bangsri, jelas Rif’an, KH Chalwani juga menyerap aspirasi alumni santri Ponpes Darrunajjah Kedung, Kecamatan Kedung Jepara. Di sini, KH Chalwani memberikan masukan agar para santri mampu mandiri. Tak perlu banyak tergantung dengan orang lain.

“Bagaimana kemandirian umat bisa dibentuk lewat kerja keras sendiri. Jadi, santri harus mampu mandiri, sehingga tercipta umat yang beraklak mulia,” pesannya, seperti disampaikan Rif’an.

KH Chalwani yang memiliki motto hidup untuk beribadah ini juga begitu peduli terhadap nasib pendidikan generasi muda. Tak heran, kunjungannya ke Kudus beberapa waktu lalu, tak dilewatkannya untuk berdialog dengan para mahasiswa. Dengan mengambil tempat di Hotel Proliman Kudus, KH Chalwani berdialog dengan mahasiswa seputar undang-undang Badan Hukum Pendidikan (BHP) yang masih menjadi isu nasional.

“Pemuda adalah harapan bangsa yang harus siap menerima estafet dan mengambil alih kepemimpinan di masa depan dengan mempersiapkan serta membekali dirinya dengan ilmu dan takwa. Tanpa kesungguhan dan perjuangan mustahil seorang pemuda akan menjadi pemimpin yang tangguh di masa depan,” tegas KH Chalwani ketika itu.

Di tengah berkeliling ke daerah-daerah dan mendekati purna tugasnya sebagai anggota DPD RI, KH Chalwani menegaskan bahwa dengan penguatan norma untuk aktualisasinya, DPD diharapkan dapat memaksimalkan peran keterwakilan (representation) dan membangun sistem check and balances lembaga perwakilan.

Sementara, melihat kondisi bangsa yang sedang mengalami banyak ujian, Kh Chalwani minta pemerintah bersikap profesional dan berupaya secara sungguh-sungguh untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta harus mampu menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa ( clean governent dan good goverment ).

(Sumber: Radar Kudus, Jum’at, 20 Maret 2009)