Memikul Tanggungjawab Bersama

IPNU-IPPNU adalah organisasi pengkaderan NU yang bersifat keterpelajaran, kebersamaan dan keterbukaan. Dalam menjalankan peran dan fungsinya pun seyogyanya pengurus baik di tingkatan ranting sampai pusat memikul tanggungjawab organisasi secara gotong-royong. Namun, hal itu nampaknya belum begitu berlaku ditataran praksis, tidak hanya di IPNU-IPPNU, bahkan oraganisasi kepemudaan dan mayarakat lain, rasa tanggungjawab dan rasa memiliki hanya dipikul oleh beberapa orang. Padahal, dalam IPNU-IPPNU sendiri, yang berkewajiban melaksanakan amanat organisasi bukanlah ketua, sekretaris, bendahara, atau jabatan lainya. Semua amanat membebankan tugas itu kepada seluruh pengurus dalam periode tertentu.

Salahsatu elemen yang dibutuhkan agar rasa tanggungjawab itu terwujud adalah menanamkan rasa tanggungjawab disemua pengurus, bahwa tugas itu adalah tugas team, yang berhasil tidaknya, semua berperan dan bermain didalamnya. Selain itu, pendekatan personal (nonformal) dalam komunikasi juga amatlah penting untuk membangun jiwa tanggungjawab itu, memngingat pengkaderan formal dan informal di IPNU-IPPNU belum memberikan ruang yang luas untuk mengetahui potensi, keinginan dan karakteristik masing-masing personal kepengurusan. Lewat forum-forum obrolan ringan yang rileks, perlu sedikit menyentil issue yang berkembang dikalangan internal dan eksternal pengurus, sehingga komunikasi tetap terjaga secara emosional dan structural.

Jika hal demikian telah terbangun dan membudaya dikalangan pengurus, kesi\bukan pribadi yang berada diluar kepentingan IPNU-IPPNU tidak akan menjadi suatu ancaman yang menghambat organisasi. Adanya kesibukan, ketidakhadiran pengurus dalam suatu rapat atau acara, tidak menjadi alasan pengurus lain yang memiliki cukup waktu untuk hadir, mengingat rasa tanggungjawab pribadi sudah terbangun. Begitu juga dengan pengurus lain yang tidak bias hadir, tidak merasa dikesampingkan, tidak nyaman, atau merasa malu kepada yang hadir karena sudah sama-sama mengerti kapasitas dan peranya masing-masing yang tersebar di berbagai bidang.

Dengan adanya komunikasi baik secara emosional dan structural seperti diatas, rasa memiliki dan tanggungjawab dalam melaksanakan amanat organisasi akan terbangun. Dan dengan demikian, bangunan dalam tubuh IPNU-IPPNU akan semakin kokoh dan bonafide dalam mempromosikan IPNU-IPPNU kepada pelajar. Dengan demikian, hasil cetakan-cetakan IPNU-IPPNU akan mengakar dan kuat dalam diri kader di berbagai bidang. Setelah mengenal, percaya dan berjuang untuk NU, kader IPNU-IPPNU akan tetap sabar dalam memperjuangkan cita-cita NU, yaitu Islam yang rahmatan lil alamin, ala thariqati ahlussunnah wal jamaah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: