Haul KH. Syech Abdul Qadir al Jaelani & KH Nawawi di Kuala Tungkal

Kuala Tungkal, Senin [29/03/2010]
ahmadnaufa-Kegiatan haul Syech Abdul Qadir al Jaelani (al-Jilani) dan KH. Nawawi Berjan yang sudah menjadi rutinitas ini kembali dilaksanakan di Kota Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan acara HUT Majelis Ta’lim al-Hidayah ke-31 dan HUT Pondok Pesantren al-Baqiyatush Sholihat ke 17 pada tanggal 26 – 27 Maret 2010 bertepatan dengan tanggal 10-11 Robiul Akhir 1431 H.

Kegiatan ini dipusatkan di dua tempat, yaitu di Mesjid Agung Kuala Tungkal dan Pondok Pesantren al Baqiyatush Sholihat Kuala Tungkal dengan waktu yang berbeda.

Ribuan orang dari berbagai kalangan hadir dalam kegiatan ini, mulai dari masyarakat umum, hingga pejabat daerah, bahkan yang datang bukan hanya dari Kuala Tungkal saja, tetapi juga dari daerah-daerah lain di Kota/Kabupaten di Propinsi Jambi hingga Propinsi lain seperti Propinsi Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan, bahkan dari Negara jiran Singapura dan Malaysia. Antusiasme pengunjung datang menghadiri acara ini hanya semata-mata untuk mendapatkan “barokah” dan sillaturrahim, mereka datang berbondong-bondong mulai dari hari Jum’at pagi dengan berbagai perlengkapannya.

Kegiatan dimulai pada hari Jum’at malam Sabtu di Mesjid Agung, diisi dengan pembacaan Nasyid, wirid dan ceramah Agama. Kegiatan wirid malam dipimpin langsung oleh K.H.M.Ali bin KH. Syech Abdul Wahab selaku ulama dan pimpinan pondok Pesantren al Baqiyatush Sholihat-Kuala Tungkal. Pembacaan wirid yang sangat syahdu dan penuh dengan makna pujian kepada sang Khalik ini, membawa suasana bathin larut bertaqqarub kepada Allah Swt. Acara ini juga diisi siraman rohani oleh Habib Naufal Al Idrus dari Jakarta.

Puncak dari perlehatan acara haul ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Maret 2010, yang dilaksanakan di Pondok Pesantren al Baqiyatush Sholihat. Setelah sholat subuh masyarakat dari berbagai penjuru sudah mulai berdatangan hingga puncak acara dimulai pada fukul 09.00 WIB. Pengunjung yang datang berjumlah ribuan ini sangat antusias untuk mendengarkan ceramah.

Acara diawali dengan kata sambutan dari H.M. Syahruddin M. Zen selaku Ketua Panitia, kemudian di lanjutkan dengan kata sambutan dari Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. Ir. Syafrial, MS yang didampingi oleh unsur Muspida termasuk ketua Pengadilan Agama Drs. Agus Gunawan. Acara ini juga dihadiri Gubernur Propinsi Jambi Drs. H. Zulkifli Nurdin berserta ibu Ratu Munawwaroh dan Bupati Muara Tebo Drs. Madjid Mu’az, MM.

Dalam sambutannya, Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. Ir. H. Syafrial menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutinitas yang dilaksanakan di Kota Kuala Tungkal sehingga menjadi suatu kebanggan bagi pemerintah Tanjung Jabung Barat dan masyarakat Tanjung Jabung Barat, sosok Syech Abdul Qadir al Jaelani dan KH. Nawawi Berjan adalah sosok ulama yang sangat berjasa bagi kehidupan muslim baik itu pada masa dahulu hingga sekarang.Beliau mengajak seluruh anggota masyarakat untuk meneladani akhlak dan sifat-sifat rendah hati syekh Abdul Qadir al-Jilani.

Hal senada diungkapkan Gubernur Jambi Drs. H. Zulkifli Nurdin, dalam sambutannya menekankan bahwa pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua sebagai cikal bakal lahirnya para ilmuwan dan ulama, maka dari itu pemerintah daerah wajib membantu lembaga pendidikan pondok pesantren. Dalam kesempatan ini Gubernur Jambi juga meresmikan pintu gerbang Pondok pesantren yang telah selesai dibangun dengan menalan biaya sebesar Rp 60.000.000 (enam puluh juta rupiah).

Siraman rohani disampaikan oleh KH. Hasanuddin bin KH. Shubki pimpinan pondok pesantrek Mamba’ul Falah, Pekalongan. Dalam taushiahnya, ia berpesan bahwa kegiatan ini tidak hanya semata-mata mengharap ridho dan barokah dari Allah swt, dan syafaat dari Rasulullah saw., ia juga mengingatkan akan pentingnya membangun hubungan yang sinergi antara ulama dan umaro.

“Sebagai seorang manusia harus menyadari bahwa manusia harus bermanfaat selama hidup di dunia, baik bermanfaat untuk dirinya sendiri maupun bermanfaat bagi orang lain”, ungkapnya. “Filosofi pohon pisang bisa dijadikan contoh bagi setiap manusia yang mana pohon pisang akan tetap hidup dan bertahan sebelum berbuah, mafhumnya setiap manusia itu harus beramal baik selama hidupnya, jangan sampai wafat belum menjalankan amal baik”, lanjutnya.
Beliau juga mengungatkan betapa pentingnya setiap individu manusia menyadari eksistensi dirinya, “siapa yang mampu mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhanya”. Jika manusia yang berpegang pada filosofi ini pasti akan menjadi manusia yang tawadhu (rendah hati) dan tidak sombong.

“Patut kita ingat bahwa manusia itu terdiri dari unsur tanah dan air, maknanya tanah, adalah selalu berada di bawah, dan tetap sabar walapun di injak-injak, tetapi akan tumbuh bila ditanam pohon. Unsur air, sifatnya selalu mencari tempat yang lebih rendah, tidak pernah mencari tempat tingggi, tetapi air selalu dibutuhkan oleh kehidupan manusia” Ungkapnya. Acara Haul ini diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Habib Abdussalam al Hinduan dari Kota Jambi.

Sumber: http://pa-kualatungkal.net/?v=scf&id=104

Iklan

5 thoughts on “Haul KH. Syech Abdul Qadir al Jaelani & KH Nawawi di Kuala Tungkal

Add yours

  1. ass.saya m.ari yg rindu akan kebersamaan dngn kh.m ali bin abdul wahab.sekiranya ada saudaraku yang mengirim foto kh.m ali bin abdul wahab,saya sangat ber tmakasih sekali.

    1. hanya foto ayah ali yang bisa kutatap dan alfatihah membuat saya merasa dekat.smoga Beliau bersama arwah anbiya washsholihin.amin….@kbar TEBO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: