NU Yang Main Pecat, Bergerak

ahmadnaufa-PBNU hasil Cipasung menindak pengurus yang terlibat MLB Pondok Gede. Ada yang dipecat. Tapi semuanya dianggap sepi. PUASA ternyata tak mengendurkan urat saraf mereka. Konflik Abu Hasan dengan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur terus berjalan, dan mulai berekor kepada para pendukungnya.
Sejumlah pengurus NU hasil Muktamar Cipasung yang “membelot” mengikuti Muktamar Luar Biasa (MLB) di Pondok Gede kena sanksi. Sanksi itu mulai dari teguran, peringatan,didiamkan, hingga pemecatan. “Ya, silakan saja kalau mau dipecat,” kata KH Chalwani Nawawi, Rais Syuriah NU Cabang Purworejo yang ikut MLB Pondok Gede. Dan kalau itu terus dilakukan Gus Dur, Chalwani menambahkan, maka akan terjadi rekor pemecatan anggota organisasi keagamaan terbesar dalam sejarah Indonesia. Soalnya, begitu banyak pengurus NU yang hadir di MLB Pondok Gede.

Sesuai dengan hasil rapat Pengurus Besar Syuriah dan Tanfidziyah hasil Muktamar Cipasung di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Sabtu dua pekan lalu, tercatat sembilan pengurus wilayah NU yang ditindak. Yaitu A. Wahab Nasution (Ketua PWNU Jambi), Saimuri W.S. (Ketua PWNU Sumatera Barat), Tengku Abdul Aziz (Ketua PWNU Aceh), Zurkani Yahya (Ketua PWNU Kalimantan Selatan), Bil’id H.S. (Wakil Ketua PWNU NTB), KH A. Hamid Baidlawi (Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah), H. Dja’far Awad (Rais Syuriah PWNU Maluku), Syafri Zuman (Sekretaris PWNU Lampung), dan juga Abu Hasan.

Menurut Ahmad Bagja, Sekjen PBNU hasil Muktamar Cipasung, sembilan tokoh NU di atas termasuk melakukan kesalahan besar, yaitu kesalahan kategori A, dan katanya, mereka dikenai peringatan keras. Sedangkan yang lainnya kena kesalahan biasa, atau jenis B, dan mereka bisa dikenai teguran atau peringatan biasa saja. Untuk itu, kata Bagja, mereka harus membuat pernyataan tertulis dan tunduk pada PBNU hasil Muktamar Cipasung, hingga akhir bulan Ramadhan ini. Mereka harus ruju’ ila al haq – kembali kepada yang benar. Kalau tidak, menurut Bagja, mereka yang melakukan kesalahan besar itu bisa diberhentikan dari jabatannya.

Tapi rupanya ancaman itu tetap saja dianggap sepi, tak bergigi. Misalnya H. Abdul Wahab Nasution, Ketua PWNU Jambi yang kini menjadi salah satu Ketua Tanfidziyah PBNU hasil MLB Pondok Gede, berkata, “Saya ini sudah empat kali menjadi Ketua PWNU Jambi, orang lama, lebih tua dan lebih senior daripada mereka yang mau memecat saya itu.” Menurut Nasution, sekalipun ia dipecat Gus Dur, ia tetap orang NU. “Coba bayangkan kalau mereka memecat sembilan pengurus wilayah, apa jadinya? Yang jelas, kami tak gentar pada mereka,” katanya sembari mengingatkan bahwa NU sebenarnya tak mengenal tradisi pecat- memecat. “Jadi kalau mau dipecat, ya silakan saja,” kata Zurkani Yahya, Ketua PWNU Kalimantan Selatan, yang menjadi Ketua Tanfidziyah PBNU Pondok Gede.

Menurut Zurkani, Pembantu Rektor II IAIN Antasari di Banjarmasin, bergabung ke kelompok Abu Hasan adalah bagian dari ijtihad. Harap dicatat, Kalimantan Selatan merupakan basis NU yang terpenting di luar Jawa. Begitu pula KH Abdul Hamid Baidlawi, Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah yang dipercaya sebagai Rais Am PBNU Pondok Gede. Ia terus terang mengaku sudah lama tak cocok dengan duet Gus Dur- Ilyas Ruhiyat yang dianggapnya sudah menyimpang. “Akidahnya hancur, juga budayanya,” katanya. Artinya, apa pun yang dilakukan kubu Gus Dur tak lagi berarti baginya. “Bagi saya, dipecat atau tidak, itu sama saja, wong PBNU yang sah sekarang ini kan PBNU hasil MLB Pondok Gede,” kata KH Chalwani Nawawi dari Purworejo. Bagi mereka, Gus Dur sudah tak memenuhi syarat untuk menjadi imam, karena itu harus diganti, meski jamaahnya tetap sama.

Ternyata tindakan pemecatan sudah dimulai. Hi Sun Biki, Ketua Pelaksana Harian PWNU Sulawesi Utara, dipecat dari anggota NU sesuai dengan hasil rapat PWNU Sulawesi Utara, Kamis dua pekan lalu. Sun Biki
yang ikut MLB di Pondok Gede dengan membawa 13 pengurus cabang di
daerahnya menilai, pemecatan itu terlalu terburu-buru, gegabah, dan
menyimpang dari aturan main organisasi. Sebab, sesuai dengan AD/ART
NU, yang berhak memecat itu PBNU, bukan pengurus di daerah. Lagi pula, Sun Biki adalah seorang tokoh yang di Pondok Gede justru menyatakan bahwa PBNU hasil MLB itu tak konstitusional. Ia cenderung agar dilakukan islah saja. “Dan kami tetap mendukung PBNU Cipasung,” kata Sun Biki.

Sementara PBNU hasil Cipasung sibuk menyusun daftar panjang sejumlah tokoh NU yang perlu ditindak, PBNU Pondok Gede sibuk bergerak, mengirim surat, dan menyusun rencana beraudiensi dengan sejumlah pejabat Pemerintah. Setelah usai menyusun kepengurusan PBNU Pondok Gede, kubu Abu Hasan bahkan telah melakukan gerakan politik dengan mencalonkan Pak Harto sebagai presiden untuk periode yang akan datang. Rabu pekan lalu, rumah Abu Hasan di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, penuh sesak oleh para ulama dan tokoh NU untuk acara buka puasa bersama. Di situ terlihat KH Yusuf Hasjim, paman kandung Gus Dur, yang memimpin Pesantren Tebuireng, Jawa Timur.

Ayunan langkah kubu Abu Hasan makin berani setelah sadar bahwa MLB
yang dilaksanakan tanpa izin itu berjalan mulus. Artinya, secara de
facto mereka merasa mendapat pengakuan dari Pemerintah. Menurut KH
Chalwani Nawawi, Pemerintah sudah menunjukkan sikap lisaanul hal
ahsanu min lisanul maqol. Artinya, dengan KPPNU berubah menjadi MLB,
dan “dibiarkan” oleh Pemerintah, itu namanya sudah pengakuan secara
khaliyah (tindakan). Sedangkan pengakuan kepemimpinan Gus Dur selama ini sebatas lisani (ucapan saja). Di dalam paradigma hukum Islam, katanya, pengakuan dengan tindakan itu lebih kuat dan lebih absah daripada pengakuan secara lisan. (Agus Basri, Nur Hidayat, dan Khoiri Akhmadi)/GIS.

Sumber: Majalah Berita Mingguan GATRA, 3 Februari 1996 ( No 12/II ). Rubrik: Nasional.

Iklan

2 thoughts on “NU Yang Main Pecat, Bergerak

Add yours

  1. ALHAMDULILLAH, SELAMAT TINGGAL NU (Doktrin ASWAJA tapi Sunnah (Bermusyawarah) tidak Diteggakkan yg dilestarikan malah perebutan kursi politik dan bid’ah) jempol tengah kuacungkan untuk PBNU.

    1. As’ary YTH
      Banyak musyawarah di NU mulai tk Ranting sampai muktamar, yg membahas hukum2 islam dan sosial kemasyarakatan. Kursi politik? bukanya nabi juga menjadi presiden madinah, dan beberapa sahabat setelahnya?
      Apa yang anda tau tentang bid’ah? bukanya tulisan AL-QUR’RAN JUGA BID’AH?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: