Nyantri, Siapa Takut?

Oleh:Achmad Naufa
Apa yang tergambar dibenakmu ketika orang bilang “pesantren” atau“santri” atau “maukah kamu nyantri”di pesantren? Yang tergambar di benakmu mungkin: orang bersarung dan peci, ngaji-dan ngaji, otoriter, peraturan ketat, ngantri, kolot, katrok, gaptek dan sebagainya……..betul khan……???? Dan gambaran ini mungkin berlaku bagi kebanyakan orang yang belum benar-benar memahami apa itu pesantren. Karena memang publikasi tentang pesantren amat minim baik di media cetak maupun elektronik. Untuk itu, tulisan ini mungkin sedikit memberi gambaran kepada kamu…..jadi, pahami baik-baik yah……!!!
Gini guys…..pada awalnya, pesantren didirikan adalah untuk mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam di nusantara. Metode ini di adopsi dari sistem hindu-budha sebelum Islam masuk di nusantara, walaupun ada juga pendapat akar lembaga pendidikan ini sudah ada sejak zaman nabi, yaitu “Ashabus Shuffah”, yaitu orang-orang yang tinggal disekeliling rumah nabi untuk belajar Islam.
Karena pada zaman penjajah berkeliaran terutama di kota-kota, maka kebanyakan pesantren berada di desa-desa terpencil. Hal ini untuk mengantisipasi keberingasanya….kalau bikinya di kota, otomatis para santri bisa di tembak dong…..dorrrr!!!mati deh….he..he. selain itu, di pesesaan suasananya juga tenang dan damai, sehingga nyaman untuk belajar.
Pada zaman penjajahan belanda, sebenarnya sudah ada sekolah modern ala barat, namun hal itu terbatas hanya untuk anak-anak priyayi saja, padahal kita yang rakyat jelata kan juga banyak….iya to??? mungkin termasuk kamu….hehe. untuk itu, sebagai pesantren dipilih karena belum ada lembaga pendidikan, dan juga memang semangat yang tinggi untuk belajar tentang Islam. Karena tempatnya jauh, para santri menginap atau bermukim di lokasi sekitar kediaman kyai, hal inilah cikal bakal pesantren…lo bolak balik, kan jadinya…. cape…deh….
Meski kebanyakan pesantren dahulu berada di desa, namun pesantren berada di garda paling depan dalam memberantas para penjajah lho… Mereka bermodalkan semangat jihad (dalam arti mengusir penjajah), kemauan untuk merdeka dan tentunya Ilmu beladiri warisan para leluhur(mungkin termasuk arya kamandanu dan jaka tingkir juga, hehe) yang sakti mandraguna, mampu mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Jadi, seperti dikatakan banyak pengamat sejarah, bangsa ini hutang budi pada pesantren.
Banyak peristiwa pemberontakan yang dimotori kaum sarungan yang menonjol, seperti pada 10 November di Surabaya yang kini kita kenal sebagai hari pahlawan. Adanya peristiwa itu dimotori oleh para Ulama pesantren yang menyerukan Resulusi Jihad untuk mengusir penjajah. Selain itu, tokoh pahlawan seperti Pengeran Diponegoro, KH Hayim As’ari, KH Agus Salim, KH Ahmad Dahlan, dan Wahid Hayim(yang menyetujui Ideologi pancasila, bukan syariat islam, sebagai dasar Negara) adalah tokoh-tokoh jebolan pesantren.
Pesantren Dewasa Ini
Di era modernisasi seperti sekarang ini, peran pesantren juga tidak bisa dianggap sebelah mata….(kaya apa aja). Pesantren kini telah maju pesat, dan bahkan tidak hanya mengkaji ilmu-ilmu agama saja tetapi juga ilmu umum. Kini sudah banyak pesantren yang membuka sekolah formal bahkan sampai perguruan tinggi. Jadi, selain mereka mewarisi khasanah Islam dari masa nabi, sahabat dan ulama pertengahan, mereka juga melek teknologi dan ilmu-ilmu modern, ini keunggulanya.
Tak heran jika Prof Dr Faisal Ismail, salah seorang Guru Besar UIN Jogjakarta mengatakan: “Pesantren adalah benteng terakhir pertahanan moral di Indonesia. Pernyataan tersebut cukup beralasan mengingat alumnus pesantren berperan besar dalam mempengaruhi masyarakat, baik dalam ranah sosial apalagi agama.dengan adanya “perkawinan” ilmu agama dan umum yang kini berkembang di pesantren, kedepan diharapkan muncul Ulama sekaligus Intelektual yang handal. Mereka tidak Cuma menguasai ilmu umum kontemporer dan sains namun juga fondasi agama dengan akidah yang kuat. Jadi, kalau mau Nyatri, Siapa Takut?

Base Camp PC IPNU Purworejo, 10 Februari 2011

Iklan

3 thoughts on “Nyantri, Siapa Takut?

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: