Pelajaran dari Orang Pelit

Oleh: A Naufa Khoirul Faizun

Ketika saya pulang dari kantor baru-baru ini, saya bertemu dengan seseorang yang dianggap tokoh masyarakat di daerahnya. Orang tersebut termasuk pemuka agama karena memang dulu pernah belajar di pesantren. Orang itu sekarang berprofesi sebagai pedagang (buka warung). Secara sosial, orang tersebut memang baik dari segi interaksi maupun akhlaknya. Namun, karena dianggap pelit, orang itu menjadi omongan masyarakat sekitar.
Kenapa bisa demikian? Mengapa orang (baca: masyarakat) tidak suka dengan orang pelit? Itulah aspek yang perlu kita pikirkan. Di masyarakat, orang tersebut terkenal pelit dan sudah menjadi rahasia umum. Kata salahsatu masyarakat, hal itu dapat dilihat ketika ada suatu event atau kegiatan. Orang tersebut sulit untuk mengeluarakn dana, bukan karena tidak mampu. Atau, ketika ada suatu pekerjaan di rumahnya, para pekerja tidak dilayani sewajarnya, dan tentunya beberapa aspek lain yang terkjait.
Satu hal yang ingin saya angkat sebagai sebuah pelajaran untuk diri saya maupun para pembaca sekalian adalah bahwa menjadi “Orang Pelit” itu kurang disukai, bahkan bisa saja dibenci. Dari itu, saya pribadi dan pembaca sekalian untuk introspeksi diri: apakah kita termasuk orang pelit? Kalau ia, bagaimanakah cara merubahnya? Inilah yang mestinya kita pikirkan dan renungkan.
Agama Islam mengajarkan kita untuk saling membantu antar sesama. Bahkan, Allah akan selalu bersama dengan suatu masyarakat sepanjang masyarakat itu peduli terhadap sesama. Satu lagi catatan penting, bahwa sifat pelit itu tidak hanya dalam bidang materi saja, namun juga yang lain. Seperti misalnya, pelit memberi pertolongan, baik tenaga, fikiran dan sapaan(jawa: nguwongke wong).

Saya juga teringat waktu kjelas 4 SD, guru agama saya dulu berkata: “jika kamu punya tamu, mulyakanlah. Jika tidak punya hidangan, maka suguhlah dengan obrolan” kata beliau. Semoga Allah menjauhkan kita dari Sifat Pelit. Amin.

Base Camp Purworejo, Kamis 10 Februari 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: