Peran dan Tanggungjawab Pemuda

Oleh: Ahmad Naufa Kh. F.
Pemuda merupakan harta yang berharga yang dimiliki sebuah bangsa. Banyak istilah yang sering kita dengar tentang peran, kontribusi dan harapan yang dibebankan oleh pemuda. dalam istilah arab, kita mengenal: ” inna fi yaadi shubbani amrul ummati, wa fi aqdaamiha, hayataha” dalam genggaman pemudalah perkara umat dibebankan dan di kakinya adalah masa depan kehidupan suatu bangsa”. dan kita juga tahu bahwa pemuda yang baik adalah pemuda yang berkata: “Inilah aku, bukan inilah orang tuaku”. Artinya seorang pemuda hendaklah menunjukkan prestasi yang diraihnya, bukan orang-tua atau saudaranya.
Jika menelisik sejarah, banyak sekali peran pemuda. dalam konteks indonesia, pemuda aktif memerangi kolonialisme asing dan menjaga keutuhan NKRI. dengan torehan Sumpah Pemuda pada 1928, merupakan referensi sejarah peran pemuda yang patut kita contoh hari ini dan masa mendatang. sebagai generasi muda bangsa yang kelak akan meneruskan perjuangan yang telah dicapai oleh para pendahulu, pemuda hendaknya harus membuka diri untuk melihat sejarah, prestasi capaian pemuda terdahulu yang tentunya tidak mengesampingkan moralitas dan kemampuan diri yang harus selalu diasah. tulisan berikut adalah sebuah refleksi dan renungan untuk kita selaku pemuda untuk bisa berfikir dan bagaimana seharusnya bertindak.
karena tulisan ini memang spontanitas(walau memang penulis telah banyak mendapat dari referensi sejarah dan pengalaman pribadi), harus diakui masih jauh dari idealitas para pemuda saat ini dan mungkin belum representatif untuk sebuah rejukan ilmiah. namun paling tidak sedikit banyak bisa memberi kontribusi dan gagaran tentang bagaimana seharusnya pemuda bersikap.

Kita sebagai pemuda hendaknya menyadari eksistensi kita dari lahir dampai saat ini yang sudah banyak diberi kenikmatan dan fasilitas. sembilan bulan kita dalam kandungan dengan berbagai proser yang banyak menyita waktu, energi dan fikiran adalah sebuah karunia yang wajib kita syukuri.

Orang tua kita dengan penuh kasih sayang membesarkan kita tanpa pamrih dan harap imbalan. meraka berharap kelak kita bisa mengangkat derajat dan martabat keluarga, bermanfaat untuk masyarkat, agama dan negara. kenakalan kita, perilaku buruk kita sewaktu, seakan terbayar ketika mereka melihat kita bahagia. Mereka selalu berharap kita bisa menjadi yang terbaik dan kebanggaan. Namun kasih sayang itu belum sepenuhnya kita imbangi dengan perilaku baik kita kepada mereka.
Betaba besar keagungan Allah yang mengaruniai mereka dengan penuh kasih-sayang dan kesabaran membesarkan dan mendidik kita. Tanpa disadari kita masih asyik dengan kesenangan pribadi dan tindakan foya-foya yang cenderung tidak bermanfaat. Kita tak pernah menyadari belum ada hal yang membanggakan dan membuat orang-tua bangga, apalagi masyarakat. ada dan tidak adanya kita tak berpengaruh bagi lingkungan sekitar. kita hanya terbuai dengan hedonisme dan kesenangan sesaat. kita bagaikan Mayat hidup yang tak berguna. Jika ini diterus-teruskan kita tidak memiliki orientasi hidup yang jelas.
Mari sejenak kita renungkan apa yang kita cari dalam hidup ini? sebuah cakrawala yang menjadi tujuan kita berlabuh. apa yang sebenarnya kita butuhkan untuk menghadapi samudera kehidupan yang begitu luas dan kejam? pernahkan kita menyesali kesalahan-kesalahan yang memang patut kita sesali? melakukan pembenahan-pembenahan dari perilaku kehidupan yang memang layak dan patut untuk kita benahi? apa yang telah kita perbuat yang menjadikan manfaat bagi orang lain? bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainya? kita memang egois dan benar-benar egois. hanya sibuk memikirkan kepentingan pribadi tanpa melihat sekeliling kita yang banyak membutuhkan bantuan kita, sekecil apapun itu.

Banyak orang bijak berkata bahwa masa depan suatu bangsa dapat dilihat dari pemuda hari ini. jika pemudanya baik, maka baiklah suatu bangsa dimasa mendatang. namun jika pemuda hari ini buruk, maka buruklah masa depan. begitu besar amanat bemuda: memikul dan melanjutkan perjuangan yang telah dicapai dengan segenap jiwa dan raga oleh para pendahulu. padahal, dalam cekeraman penjajah, para pejuang Indonesia dulu hanya memiliki satu tujuan yaitu agar negeri ini bebas dari kolonialisme yang kejam. agar kelak anak cucu mereka bisa menghirup udara bebas kemerdekaan. Namun, kenyataanya setelah meredeka, kita selaku pemuda terlalu menikmati euforia yang hampi-hampir melupakan perjuangan mereka.
Di masa penjajah pejuang-pejuang yang memikirkan bangsa ini kedepan masih sangat muda. Soekarno, Hatta, Wahid Hasyim dan tokoh-tokoh pendiri bangsa ini sudah memikirkan arah-gerak masa depan bangsa ini dalam usia yang begitu muda. Dengan status “muda” yang mereka miliki tidak membuat acuh tak acuh terhadap persoalan. mereka sadar bahwa kelah dipundaknyalah tanggungjawab bansa ini akan dibebankan. sudahkan pemuda hari ini memikirkan apa yang dipikirkan mereka-mereka/ atau justru larut dalam modernisme yang menuhankan teknologi dan uang? kini saatnya kita berbenah diri. kini saatnya pemuda harus punya Visi dan Cita-cita yang jelas: tidak hanya mengalir terbawa arus!

Menempa Diri dengan Bersosialisasi
Hal yang perlu kita persiapkan adalah tempaan diri. kita sebagai pemuda harus bersungguh-sungguh dalam mengarungi samudra Ilmu sebagai bekal hari depan. Orang yang berilmu adalah orang yang kelak akan menjadi pemimpin dan berkarya dengan baik. karena hanya dengan ilmulah semua persoalan akan dipecahkan dan mengatur diri sendiri dan masyarakat luas. hanya kebenaran ilmiahlah yang menjadi patokan umum. untuk itu, kita mestinya tidak hanya belajar di bangku sekolah saja. kita juga harus belajar dari lingkungan dan fenomena-fenomena yang terjadi. Dari itu, selain menempa diri dengan berbagai ilmu baik agama maupun umum, kita juga harus pandai bersosialisasi dengan elemen masyarakat, terutama pemuda agar Idealisme yang diperoleh tidak jauh dari realitas.
Intelekstualitas dan Spiritualitas perlu dibangun sejak dini. kedua-duanya mesti berjalan seimbang dalam kehidupan. karena jika hanya mengandalkan intelektualitas saja nantinya jiwa akan kering. Sedalam apapun tanaman disembunyikan, toh nantinya akan menjuluk mencari matahari jua. selain membaca, diskusi dan beraktualisasi kita juga perlu melakukan hal-hal yang dianggap “sederhana” seperti Mujahadah, Dikir dan Wirid. Nantinya itu akan mengasah ketajaman hati kita dan melihat dan mencari solusi hal yang berda di luar nalar.
Selanjutnya, berorganisasi merupakan instrumen penting untuk menempa bakat dan potensi yang ada di dalam diri kita. dengan berorganisasi, kita disuruh untuk bersama-sama dengan orang yang tidak sama. kita diajak untuk saling bertukar pikiran mencari problem solving setiap persoalan. kita juga diajak untuk berdialektika dalam melihat realitas sosial sehingga kecerdasan sosial akan semakin terasah. dengan memiliki ruang organisasi nantinya kita memiliki penyeluran hobi positif sehingga terjauh dari hal-hal negatif seperti narkoba, free sex dan lain-lain.mungkin ini dulu tulisan saya, mungkin jika ada pencerahan lain bisa saya revisi atau perbaikan.
Base Camp PC IPNU Purworejo, Kamis, 17 Maret 2011.

Iklan

3 thoughts on “Peran dan Tanggungjawab Pemuda

Add yours

  1. bagus wl ak blm bc smuanya brarti ada generasi pemuda yg bs menghidupkan Negara ini dg kesungguhan scara islami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: