Pembentukan IPNU-IPPNU Purwodadi

Makesta I dan Pembentukan PAC IPNU-IPPNU Purwodadi Purworejo
Makesta I dan Pembentukan PAC IPNU-IPPNU Purwodadi Purworejo

Jumat 12 April 2011 saya mendapat SMS dari Ketua PC IPNU Purworejo Rekan Musyafa’ untuk mewakili rapat di Purwodadi. Dia tidak bisa hadir karena sedang ke Jakarta bersama Rekan Lukman dan Wagiono. SMS ketika itu belum sempat saya balas karena sedang menghadiri Haul KH Ali Maksum Krapyak.

Sabtu malam ahad 13 April 2011 saya menghadiri undangan pembentukan PAC Purwodadi, Purworejo. Saya agak bingung bagaimana konsepnya? Namun saya percaya nantinya akan ada solusi. Dan benar ternyata, di rumah kediaman KH Ansori sudah berkumpul beberapa tokoh masyarakat yang meminta mendirikan PAC IPNU Purwodadi, tidak dengan IPPNU-nya. Mereka mengatakan, rekan Wagiono beberapa waktu lalu sempat meminta PAC Ansor untuk mendirikan PAC Purwodadi. Kemudian saya yang datang sendirian mencoba menawarkan pilihan dalam forum tersebut. Oleh karena yang hadir dalam forum tersebut adalah laki-laki semua dan mayoritas sudah bapak-bapak, maka forum tersebut dijadikan panitia pembentukan PAC. Padahal tadinya bakal calon yang diproyeksikan jadi PAC.

Akhirnya disepakati setelah saya sedikit banyak mengenalkan apa itu IPNU-IPPNU. Ada beberapa tokoh waktu itu, diantaranya, KH Hasan, KH Romli Hasan, KH Mutammimul Masoleh Azhar, H Choirudin SHI, Kyai Ansori, Mas Mukhlas dan beberapa orang dari Banser serta tokoh pemuda yang belum sempat saya kenal. Setelah ada gambaran acara dan peserta, kami pun meyepakati pertemuan kembali satu minggu kedepanya karena minggu itu bersamaan dengan suatu acara MWC NU. Selesai berembug, kami makan bersama dengan sajian masakan belut. Mantab! Setelah makan, kami terlarut dalam diskusi keagamaan yang panjang sampai pukul 00 lebih dan selanjutnya pulang.

Sabtu malam 23 februari saya ditemani Anis Makhrus pergi ke Purwodadi tempat kediaman pak KH Tamim. Selain rapat kecil, kami juga mendengar kabar dan kemajuan rapat Panitia Lokal dengan MWC NU. Akhirnya semua klir. Kemudian panitia lokal bertanya kepada saya: “kapan kira-kira jadinya surat-suratnya ya mas?”tanyanya. “Ehmmm,,, insya Allah besok sore, pak” jawab saya. Padahal besok seharian tanggal 24 ada acara pelatihan administrasi. Sebagai wakil sekretaris saya cukup was-was, namun paling tidak modulnya sudah saya buat. Dengan modal semangat dan keyakinan kami jawab. “Besok sore Siap!!! Pak”. Kemudian kami-pun banyak bercerita dan bercanda dengan penuh keakraban. Walau baru bertemu, kami sudah serasa keluarga sendiri karena secara “frekuensi” memang sudah sama yaitu NU, jadi cerita mengalir dengan penuh kesan. Setelah dirasa cukup, kamipun berangkat pulang untuk istirahat tentunya.

Ahad sore 24 April 2011 saya bingung bukan main. Setelah selesai acara pelatihan administrasi yang memang sampai sore, surat pesanan pak Tamim dkk yang tadinya janjinya jadi setelah asar belum bisa kami penuhi. Untung di sekretariat hujan, jadi ketika di telfon pak tamim saya ada sedikit alasan. Disitu baru saya buatkan dengan dibantu rekan-rekan IPNU. Usai maghrib dengan ditemani Alvin Zidni saya meluncur ke purwodadi. Disana kami menyerahkan surat-surat di kediaman pak tamim. Alhamdulillah mereka bisa mengerti keterlambatan kami walaupun kami tetap saja malu: tidak tepat janji. Kemudian, datang pula kyai romli dkk dan selanjutnya ngobrol perihal acara yang sempat berpindah tempatnya. Setelah urusan beres kamipun pulang dengan dibawakan makanan kedalam tas besar kami. Gass….!!!

Sore tanggal 29 April 2011 kami ceking lokasi. Kita disambut oleh ulama dan tokoh setempat dan tentunya para banser. Tidak banyak yang kami lakukan selain konsolidasi dan memasang umbul-umbul yang juga dibantu banser. Banyak rokok dan kopi kami habiskan sore itu.

Hari Pelaksanaan
Hari H (Sabtu s.d. Ahad, 30 April s.d. 01 Mei 2011) kami agak telat karena datang jam 1 an lebih. Selain menunggu rekan-rekanita berkumpul, hujan juga agak menggangu keberangkatan kami. Setelah sampai, kami lihat para panitia lokal sudah siap dan beberapa peserta yang sudah hadir. Setelah waktu menunjukkan pukul 15.00 WIB saya meminta acara pembukaan dimulai saja. Adapun peserta yang telat bisa menyusul. Adapun runtutan acara pembukaan sebagai berikut:

  1. Pembukaan Oleh Rekanita Umi Prihantini selaku MC
  2. Pembacaan al-Quran Oleh Peserta (Lali Jenenge)
  3. Dzikir Tahlil Oleh KH Mutammimul Masoleh Azhar
  4. Sambutan-sambutan
    a. a.n. PC IPNU-IPPNU Oleh Rekan Muhammad Musyafa’
    b. Shahibul Bait oleh Bp. Choirudin, SHI
  5. Penutup dengan doa oleh KH Romli Hasan

Setelah pembukaan yang dihadiri para tokoh dan panitia lokal dan 89 peserta putra dan putri, acara dilanjutkan dengan shalat asar dan materi. Jadwal ini sedikit kami majukan mengingat pembukaan juga mundur dengan melukir orientasi forum, perkenalan dan kontrak belajar. Rapopo!

Materi I – Aswaja dibawakan oleh Kyai Rohmadi BA dari Bubutan, Purwodadi, Purworejo
(Syuriah MWC NU Kecamatan Purwodadi, Alumni IPNU Kulprog, PMII Komsat UIN Jogjakarta)
Moderator dan Notulis Oleh: Ahmad Naufa Kh. Faizun

Secara garis besar, beliau menyampaikan:

Pengertian Aswaja secara bahasa: Ahlu itu: keluarga. Sunnah: tuntunan nabi, bisa berwujud perkataan, perbuatan nabi maupun tindakan sahabat yang disetujui nabi. Jamaah artinya Sahabat nabi: sahabat nabi yaitu orang yang bertemu nabi dan beriman kepadanya.
Jadi, ahlussunnah wal jamaah adalah orang yang mengikuti ajaran nabi dan para sahabatnya.
Nabi berkata: ‘Alaikum Bisunnati wa Sunnatil Khulafaairrasidin.
Islam di indonesia kini sudah berbagai macam aliran dan organisasi. Ini mau ikut yang mana? Dikhawatirkan, jika adik-adik tidak punya landasan yang jelas dan kuat nanti tau-tau bisa masuk organisasi teroris atau organisasi yang radikal.

Sebenarnya waktu dua hari singkat, saya ikut basic training (sejenis makesta)dulu tujuh hari. Tapi tidak apa-apa.
Aswaja memiliki pedoman al-Qran dan hadits. Dulu ketika nabi islam itu satu, karena nabi langsung yang membimbing. Setelah rasul wafat, kepemimpinan dipegang oleh Khulafaurrasidin. Khalifah pertama, abu bakar, kedua umar, ketika utsman bin Affan. Nah ketika zaman utsman, mulai muncul konflik. Ketika itu Abdullah bin saba’(orang yahudi) masuk islam namun bertujuan merusak islam. Abdullah bin saba’ menebar fitnah sampai utsman dimusuhi dan dibunuh ketika shalat.
Setelah wafat, utsman dibunuh Ali bin Abi Thalib. Ketika ini muncul kelompok yang keluar dari ali yaitu Khawarij, ada pula yang membela nabi yaitu Syiah. Ahlussunnah hadir konsekuen dengan mengikuti sunnah rosul dan sahabat.
Perkembangan selanjutnya, alhamdullilah aswaja kemudian menjadi besar hingga menjadi mayoritas umat islam di dunia. Ringkasnya, saya tanyakan: bagaimana aswaja di Indonesia? Dulu kepercayaan orang indonesia menganut faham animisme dan dinamisme.

Dulu ketika saya masih di IPNU, di bantul ada kelompok cina yang masuk islam pada umur 40-an, ketika itupun yang laki-laki siap di khitan sebagai syarat mendapat kesucian.
Pada kelanjutanya, ulama mengislamkan tanah jawa yang ketika itu masih dalam genggaman hindia belanda. Cara yang mereka tempuh adalah dengan melakukan pendekatan dengan penguasa(raja), seperti mengambil menjadi menantu dlsb. Kemudian ulama tersebut kita kenal dengan nama Wali Songo.
Belanda takut kita bukan karena senjata, namun karena islam. Ketika itu belanda mengirim Snock Hurgronje ke…..(lali)untuk belajar islam. Setelah lulus, datang ke Indonesia dengan memakai jubah dengan menggunakan nama baru: Abdul Ghofur.
Dulu ulama seluruh jawa tersebar dari madura sampai bali utara. Di madura mayoritas. Waktu itu, karena penjajah itu tahu, maka Snock Hurgronje tidak ada pengaruh satu-pun kecuali KH Ahmad Dahlan Jogjakarta yang waktu itu Ahmad Dahlan juga belajar bersama KH Hasyim As’ary. Selain itu, dikirim juga syekh ahmad soerkati dan tidak ada ulama yang terpengaruh juga kecuali satu itu.
Dalam perjalananya, ulama membangun pesantren, pusat studi islam yang komprehensif.
Ahmad soerkati ingin membubarkan pesantren karena dianggap kolot dan ketinggalan jaman. Ketika itu, ahmad dahlan membubarkan pondoknya. Ketika itu semua ulama bermimpi sama: yaitu mimpi pondoknya ada tembelek ayam. Ternyata pondok pesantrenya benar-benar dibubarkan dan diganti dengan pendidikan modern ala belanda.
Akidah-akidah aswaja:
Dulu nabi pernah berkata: umat yahudi telah pecah mjd 71 golongan, umat nasrani pecah menjadi 72 golongan, umatku besok akan pecah menajdi 73 golongan. Tetapi yang selamat hanya satu. Sahabat bertanya: siapa yang selamat ya rosul. Yang selamat aswaja. Sahabat tanya lagi. Apa itu aswaja? Nabi menjawab, yaitu golongan/ umat meng mengikuti sunnahku dan para sahabatku.

Diantara akidah aswaja adalah
1. Allah memiliki sifat wajib 20, muhal 20 dan jaiz I.
2. Manusia itu berjalan atas qodrat iradat allah dan ikhtiar. Namun kelompok lain hanya berdasarkan kekuasaanya atau qudrat Allah saja.
Tanya jawab:
P: Kita mengenal amalan hadad, rawatib, doa akasyah dll, bagaimana hukumnya?
J: Contoh tahlil. Dulu itu bukan tradisi kita, namun isinya diganti dengan yang islam. Dan kebanyakan orang melahat tradisinya, bukan isi dari tradisinya.

Sebenarnya masih ada beberapa pertanyaan lagi. Namun sayang, notulis yang merangkap moderator sudah enggan mencatat karena lebih memilih memegang microfon dan cuap-cuap.
Sesi kedua, Perkenalan. Pada sesi ini semua panitia (dan orang yang dianggap panitia) maju di depan seluruh peserta. Dengan dipandu Rekan Anis Makhrus yang Gokil, Kocak dan Narsis dibantu dengan ceplosan Rekan Naufa yang Lucu dan menggelitik berhasil menghipnotis peserta dan beberapa panitia lokal menjadi tertawa sampai ger-geran.

Kemudian dilanjutkan Orientasi Forum. Dengan gaya ramah (tak seperti biasanya) Rekan Naufa memandi sesi ini disambut antusias para peserta. Naufa memberikan apa itu makesta? Kegiatanya apa saja? Nantinya tujuanya apa? Dan lain sebagainya selama dua hari kedepan sampai peserta paham mereka semua ada dalam forum ini dengan selingan humor dan joke yang kocak.

Selanjutnya adalah Kontrak Belajar. Pertama, harapan. Sesi ini, setelah peserta tahu gambaran pelatihan ini kedepan, peserta disuruh mengungkapkan harapan mereka dari pelatihan ini. Peserta pun mengungkapkan dan satu per satu di tulis dalam kertas plano (yang telah dibelikan oleh Rekan Raji Setiawan dan di Pasang Rekan Anis Fahmi) Oleh Rekan Naufa sebagai berikut.

Harapan-harapan:
1. Tambah pengalaman dan pengetahuan
2. Tambah teman
3. Lebih mengetahui tentang organisasi
4. Menambah wawasan

Mati Lampu (Force Major)

Alamak! tiba-tiba hujan deras dan mati lampu. Seketika seisi ruang gemuruh; untuk banser cepat mengawal (demi keamanan). Ky Romli Hasan Pun gak kesuen mengambil Genset dirumahnya. Jeda sekitar setengah jam (kita manfaatkan untuk udud-udud),akhirnya: Mak Byarrrr!!! padang neh.

Kedua, kekhawatiran. Dari pertanyaan fasilitator, tak ada peserta yang khawatir dalam pelatihan ini. Mungkin karena sudah tahu banyak kyai dan tokoh di belakang kami, hehe. Namun ada satu yang nyemplong khawatir jadi Teroris. Hahaha, ada-ada saja. Tapi tak apa, tetap ditulis. Hal itu membuktikan dia mengikuti issu terorisme dan pencucian otak yang marak akhir-akhir ini.

Setelah itu, peserta diajak bersama-sama membuat peraturan agar harapan tersebut dapat tercapai dan kekhawatirannya tidak terjadi dengan Kontrak Belajar. “Kontrak belajar ini kita buat akar sampai akhir acara besok, kita nyaman, tertib dan teratur” tandas Rekan Naufa. Akhirnya ada beberapa hal yang Kontrak Belajar yang disepakati yaitu:

1. Di dalam forum dilarang merokok (misakke cewek-cewek-red)
2. Ketika Materi HP wajib di Silent
3. Ketika Materi dilarang Ngobrol Sendiri
4. Dilarang Tidur dalam forum ketika materi
5. Keluar harus seijin panitia

Materi kedua, Ke-NU-an, Oleh KH Romli Hasan (Alumnus PP Lirboyo, Anggota LBM PCNU).Materi ketiga, oleh Rekan Anis Makhrus dan Rekanita Umi Prihantini dan dimoderatori Rekanita Sri Lestari. lalu pada malam harinya ada malam Janji Setia. Materi keempat adalah Leadership Oleh Camat Purwodadi dan dimoderatori oleh  M. Amirudin. Materi kelima adalah keorganisasian dibawakan Oleh A Naufa Khoirul Faizun dan dimoderatori rekanita Umi Prihantini.

Pada bagian akhir adalah Out Bond yang difasilitai oleh Tim Kaderisasi Cabang. Lalu ada kesan dan pesan dibawakan oleh Ahmad Naufa dan sekaligus pemilihan ketua PAC. Ketika itu terpilih rekan Sunarno dan Fatikhotul Udkhiyyah. Namun, Uud enggan sehingga digantikan Ria Tri Hastuti untuk IPPNU.

Iklan

2 thoughts on “Pembentukan IPNU-IPPNU Purwodadi

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: