Sadar setelah Dibimbing Kiai Chalwani

SEORANG calon haji (calhaj) asal Gunung Condong Bruno, Purworejo, Giyono (50) blak-blakan soal pengalaman beribadahnya. Betapa tidak, selama 47 tahun ia tidak menjalankan shalat.

“Saya tidak malu mengakui kalau saya tidak shalat selama 47 tahun. Tapi hari ini saya sudah berubah dan ingin senantiasa menjalankan shalat wajib,” katanya usai pemeriksaan di poliklinik Asrama Haji Donohudan, kemarin.

Giyono menceritakan pada Suara Merdeka, bahwa dia tidak melaksanakan shalat selama 47 itu karena ditinggal ke dua orang tuanya sejak berusia 15 tahun. “Saat ditinggal, saya tak pernah mengerti bagaimana shalat, makanya saya akhirnya tidak mau melaksanakan shalat,” kenangnya yang baru satu tahun ini mulai rajin melaksanakan shalat wajib lima waktu.

Meskipun selama 47 tahun tidak melaksanakan shalat, pria yang berprofesi sebagai juragan kambing dan sapi ini mengatakan, tetap percaya kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi.

Dia mengaku awal mula melaksanakan shalat karena malu kepada tiga anaknya. Selain itu, juga mendapat bimbingan dari KH Achmad Chalwani Nawawi, pengasuh Ponpes An Nawawi, Berjan Purworejo. “Saya harus memberi contoh pada anak-anak saya. Alhamdulillah juga ada bimbingan juga dari Pak Kiai Chalwanii, saat pelaksaan haji ini,” ujar pria yang baru kali pertama naik haji ini sekaligus didampingi oleh istinya Marsih.

Ia mengaku belajar shalat dari buku panduan. Ketika ditanya apakah tujuan pertama haji, dia menjawab, “Saya akan bersujud dan mohon ampun kepada Allah di depan ka’bah atas kesalahan saya, yang tidak shalat selama ini,” ujarnya sambil berjalan menuju penginapan di Asrama Haji.

Saat kebetulan, KH Achmad Chalwani Nawawi yang ikut menunaikan ibadah haji dan sekaligus Ketua Kelompok Bimbingan Haji Indonesia daerah Purworejo, menambahkan, jika Giyono sebelumnya memang tidak pernah melaksanakan shalat selama 47 tahun.

“Benar itu, tapi Alhamdulillah satu tahun ini sudah mau melaksanakan shalat. Saya nasihati, haji dulu tidak apa. Insya Allah nanti di Makkah mendapat hidayah.” (sumber: Suara Merdeka edisi: 19 Oktober 2010)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: