Keutamaan Berdzikir Dengan Laailaahaillallah

KH. Achmad Chalwani Nawawi
KH. Achmad Chalwani Nawawi

Oleh: KH. Achmad Chalwani Nawawi
Alhamdulillah bisa meneruskan ngaji. Mari kita bersama mngingat dawuh nabi dalam salah satu hadis yang diriwayatkan imam thabrani. Nabi berkata, dengan menirukan firman allah: ana ma’a ‘abdi ma dzakaroni wa taharrakat bi syafataahu, saya akan menolong hambaku selagi hambaku ingat kepadaku. Dan bibir hambaku yang selalu bergerak karena mengingatku. Maka, mengingat allah itu sangat penting. Begitu kita lupa dengan dzikir, allah tidak menolong kita.

Apabila orang awam seperti kita, hendaknya digerakkan badannnya. Apabila orang khos seperti para wali dan ulama, ketika dzikir tidak bergerak badannya, namun mereka sudah sampai hati. Maka, syekh nawawi bantn dalam kitab salalimul fudlola’, bagi orang awam yang dzikir dengan menggerakkan badannya akan cepat sampai ke hati. Maka, dzikir secara diam itu dzikirnya oang khos. Untuk kita, dzxikir dengan suara jelas dengan menggerakkan badan itu lebih baik. Ibarat kita minum dawet, agar juruh dengan dawetnya menyatu kita perlu aduk berkali-kali.

Maka dalam hadits qudsi lainyya, allah berfirman man yaroni falzam bidzikri ismi fainna ismi lam yufaariqni: siapa yang tidak melihatku, maka senantiasalah menyebut namaku, Karena namaku tidak terpisah dariku. Dimana nama allah disebut, allah akan mendampingii, menyayangii dan menolong kita. Maka penting sekali berdzikir agar allah menajga kita.

Sayyidina ali berkata. Aku mendengar pemimpin para makhluk, nabi berkata: aku mendengar pemimpin malaikat, Jibril berkata: ma nazaltu bikalimatin ajalla min kalimati lailahaillalah alal ardli : aku menurunkan kalimat syang agung berupa Lailahaillah muhammadurrasulluh. Jibril berkata lagi, dengan kalimat itu, langir mnejadi tegak, bumi menjadi terhampar dengan gunung-gunung, lautan dan daratan karenanya. Semua itu karena lailahsillah. Ini diseebut kalimatul ikhlas dan juga kalimatul islam, oleh karena jika mau masuk islam orang harus mengucapkan kata itu.

Selain itu kalimat lailahaillah juga disebut kalimatul qurbi. Ini karena kalimat tersebut sebagai washilah dalam mndekatkan diri kepada Allah. Ada juga yang menyebut kalimatut taqwa, yaitu menaati perintahnya dan menjauhi larangannya. Disamping itu, masih banyak lagi sebutan untu lailahaillalah seperti kalimatun najat, yaitu kalimat yang menyelamatkan. Kalimat lailahaillallah kalimat yang luhur. Dalam hadits tersebut, Malaikat jibril juga berkata, jika timbangan dikasih kalimat lailahaillallah disisi lain dan dunia seisinya disisi yang lainnya lagi, maka dunia seisinya akan kalah.

—————————————–
Disampaikan pada pengajian rutin Thariqah Qadiriyyah/ Naqsyabandiyyah, hari Ahad, 23 Oktober 2011 di Serambi Masjid Berjan. Disarikan oleh Ahmad Naufa Kh. F.

Iklan

One thought on “Keutamaan Berdzikir Dengan Laailaahaillallah

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: