Peran Orangtua dalam Keberhasilan Anak

KH Achmad Chalwani
KH Achmad Chalwani

Oleh: KH. Achmad Chalwani

Alhamdulillah kita semua bisa menruskan pengajian ini. Semoga Allah selalu memberi ketetapan di hati agar kita Istiqomah. Amin Allahumma Amin. Kita semua hidup ini tidak hanya untuk pribadi tetapi juga untuk anak dan cucu. Jadi kita harus riyadlah (prihatin)  untuk anak cucu kita. Beberapa waktu lalu saya ngaji dan menceritakan tentang riyadlah ibunda Imam Bukhori.

Keberhasilan Imam Bukhori menjadi ulama besar karena doa orang tua. Imam Bukhori nama aslinya Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Muhgiroh bin Barbah al Jufri al-Bukhori. Kitab Shahih Bukhori adalah kitab yang paling sahih setelah al-Quran. Imam Bukhori bukan orang Arab, beliau berkebangsaan Mongol. Bukhori adalah nama dusun di salah satu provinsi di Uzbekistan. Uzbekistan pemerintahannya berada dibawah kekuasaan komunis Rusia. Meski dinegara komunis, Uzbekistan banyak yang menganut agama islam.

Ayah Imam Bukhori Syekh Ismail adalah ulama ahli hadis. Ketika Bukhori kecil berumur umur enam tahun syekh Ismail  yang merupakan ayah beliau wafat. Ibunyapun bersedih. Lalu Bukhori kecil beberapa bulan kemudian buta matanya. Tak bisa melihat. Setiap malam ibunya bangun untuk mendoakan Bukhori kecil agar matanya sehat kembali. Terus menerus. Ibunya juga mendoakan agar Bukhori kecil lebih alim dari bapaknya.

Ketika ibu Imam Bukhori berdoa, lalu beliau bermimpi bertemu nabi Ibrahim AS, dan beliau berkata: “Bu, putra anda sekarang sembuh, sudah tidak buta”. Lalu ibu Bukhori ke kamar melihat dan ternyata benar matanya sudah sembuh.

Ketika umur 16 tahun Bukhori muda naik haji. Di Makkah, Bukhori muda dinasehati ulama bernama Syekh muhammad Hasan agar tetap tinggal di Makkah. Jangan pulang dulu ke Uzbekistan. Bukhori di arahkan untuk belajar Ilmu Hadist. Ini mengajarkan kita agar taat pada petunjuk  guru. Keputusan guru adalah terbaik.

Saya ketika kecil pernah mendengar al Habib Sagaf al-Jufri ulama asal Magelang ketika pengajian di Kauman. Beliau menerangkan ayat al-Quran:“Yukhrijul hayya minal mayyiti wayukrijul mayyita minal hayyi”. Allah itu bisa melahirkan sesuatu yang hidup dari yang mati dan melahirkan yang mati dari yang hidup. Dari itu, bisa saja orang awam bisa menurunkan orang alim, begitu juga sebaliknya.

Jika Allah sudah memberi petunjuk; hal yang sulit jadi gampang; hal yang berat jadi ringan. Dengan tarekat, kita dibimbing guru mursyid untuk membaca: Ya Hadiyu ya Alimu ya Khobiru ya Aminu ya Mubin.

Salah satu keberhasilan Simbah KH Chudlori Magelang yang memiliki santri ribuan juga karena ikut arahan dan nasihat guru. Saya dulu pernah dinasehati beliau seperti ini:

”Saya dulu mondok di gresik dan sudah menghafalkan al-Quran 16 juz. Lalu saya sowan Mbah Dalhar Watucongol. Lalu mbah Dalhar menyuruh saya untuk tidak menghafalkan Quran dan mengaji kitab. Kemudian saya berbalik ngaji kitab”

Setelah beliau ngaji kitab ternyata menjadi ulama besar. Para hafidz Quran pengaruhnya kalah dengan KH Chudlori. Dari itu, taatlah kepada petunjuk kyai. Manut dan taat pada guru.

Saya dulu ketika nyantri di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri pernah dinasehati KH Abdul Aziz Mansyur begini:

“Kamu itu kalau ngaji, ikuti arahan kyai, maka akan tenteram hidummu. Konsep berguru agar mulia dunia dan akhirrat adalah mengikuti petunjuk Syekh Nawawi Banten yang termaktub dalam kitab Salalimul Fudlola’ syarah kitab Kifayatul Atqiya’. Syekh Nawawi Banten berkata: Man Istaqofa bi ustadzihi ittalaqullahu bitsalasi balayatin; Barangsiapa meremehkan guru Allah akan menurunkan tiga bala’. Pertama: Kalla lisanuhu; kathel (sulit berbicara) lisannya. Kedua, Nasiya ma hafida; lupa dengan yang sudah dihafal. Ketiga, Waftaqara fi akhirihi; hina di akhir hidupnya”

Na’udzubillahi min dzalik. Dari itu marilah kita semua untuk senantiasa menghormati dan menaati guru. Kenyataannya Imam Bukhori setelah mengikuti petunjuk guru kemudian bisa membuat kitab yang kesahihannya nomor kedua setelah al-Quran. Sejarah KH Chudlori mengambil bidang kitab atas dawuh guru yang sebelumnya menghafal al-Quran adalah bukti agar kita taat pada guru. Ini bukan berarti saya melarang putra-putri anda semua untuk menghafalkan al-Quran, namun agar kita itu belajar dan mendalami sesuatu sesuai bidang kita dan itu sesuai petunjuk guru karena guru lebih paham potensi kita.

Imam Bukhori orangnya sangat hati-hati. Beliau tidak berani menulis hadits nabi kecuali sebelumnya mandi dan berwudlu terlebih dahulu. Maka dari itu, haditsnya ampuh untuk menolak bala’. Imam Bukhori memiliki 1.080 guru. Setiap ada orang alim beliau datangi untuk berguru. Beda dengan orang sekarang.

Orang sekarang kalau mendengar orang yang alim, biasa saja tidak ingin menkaji ilmunya, tapi kalau tahu dukun ampuh langsung datang berguru. Tidak pejabat tidak aparat sekarang banyak yang begini. Imam Bukhori tidak begitu. Selain itu, Imam Bukhori tahu profil dan sejarah gurunya satu per-satu. Sekarang kita tidak begitu tahu biografi guru kita sendiri. Bagi yang ngaji di Berjan ini, sudah ada biografi KH. Nawawi.

Saking sahihnya, hadits Bukhori bisa untuk tolak bala’. Maka dalam kitab Mukhtasor dikatakan: Inna kitabal bukhori ma quriat bi siddatin ila furriat artinya, sesungguhnya kitab bukhori jika dibaca di darat akan aman. Cara untuk tolak bala’ adalah dengan menghafal haditsnya walau pendek. Tidak harus dengan ijasah. Seperti hadits: “Talzam Jamaatal muslimin wa imamahum”.

Talzam Jamaatal muslimin wa imamahum; ikutlah kamu sekalian kumpulan orang Islam dan pemimpinnya. Maksudnya, kita semua disuruh nabi untuk mengikuti perkumpulan orang Islam yang dipimpin ulama. Kita jangan gampang-gampang mengikuti perkumpulan Islam yang dipimpin bukan ulama, walaupun namanya Islam. Yang harus diikuti adalah perkumpulan Islam yang dipimpin ulama seperti Nahdlatul Ulama dan Thariqah.

Demikian semoga ada manfaatnya. Silakan kita baca Ya Wahhabu dan Hasbunallah wa Ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’man nashir dahulu walaupun Cuma 11X, Nanti diteruskan dirumah masing-masing.

————————————————-

Disampaikan dalam Pengajian Ahad rutin Thariqah Qadiriyyah/ Naqsyabandiyyah di Masjid Berjan Purworejo pada 23 Juni 2012. Didokumentasikan dalam bentuk AMR File oleh Ahmad Dani Masluki dan disarikan oleh Ahmad Naufa KH. F.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: