Simbah Kakung

Untuk pertama kalinya, sejak wafatnya pada tahun 2005 silam, saya bertemu simbah H. Zuhry Syamsuddin dalam mimpi. Saya berjabat tangan dan merasakan kasarnya tangan beliau yang selalu dibuat untuk bekerja. Rona mukanya tampak bahagia melihat anak-anak dan cucunya. Setelah bangun, saya berpikir keras memaknai mimpi itu.

Pertama, mungkin mengingatkan saya untuk berziarah ke makam atau transfer pahala kepada beliau dan simbah-simbah saya seperti pesannya sebelum beliau wafat. Sudah lama memang saya tidak menyapa persinggahan terakhirnya.

Kedua, mimpi itu mengingatkan amaliah beliau utamanya waktu Ramahan dulu yang luarbiasa. Setelah tarawih, beliau selalu bermunajat di kamar hingga waktu sahur tiba. Kini cucunya justeru menelantarkan Ramadhan dan tak memaksimalkannya.

Ketiga, saya teringat pesan terakhirnya sebelum beliau wafat, ketika lemah lunglai di ranjang dengan tulang dibalut kulit. Beliau berpesan agar saya “prihatin”, riyalat, riyadlah. Sejarah orang kemuliaan adalah sejarah milik orang yang mau lelaku, prihatin dan menstabilkan nafsu. Sementara, sejauh ini saya belum bisa melaksanakannya.

Apapun maknanya, semoga beliau dirahmati tuhan di alam sana; diberi kenikmatan sebagaimana dijanjikan kepada orang-orang yang ada di jalan lurus. Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: