Kenikmatan Terbatas

Dulu ketika SD saya mengejar sepeda onthel dengan menggebu-gebu. Sampai-sampai setiap pintu dan dinding rumah saya tulis “sepeda!” sebagai bentuk demonstrasi saya kepada orang tua. Setelah saya dibelikan, kenikmatan bersepeda sendiri ternyata terbatas, hanya selang beberapa waktu saya bosan memakainya.

Ketika saya SMP, saya begitu berhasrat memiliki sepatu bola. Saya memaksa ortu untuk membelikan dan akhirnya kesampaian. Di pasar Johar Semarang, sepasang sepatu bola saya miliki, sekaligus bukti cinta orang tua yang tak terungkap.

Ketika saya SMA, saya begitu ngiler dengan telpon tanpa kabel. Banyak teman waktu itu punya dan saya masih harus pergi ke wartel untuk menelpon. Setelah saya punya HP, ternyata pingin yang tidak hanya untuk SMS dan bicara, tetapi juga memiliki MP3 dan kamera. Begitu seterusnya sampai trend android merajalela. Kenikmatan yang sebentar itu selalu berganti kebosanan.

Ketika saya membayangkan sesuatu yang nikmat dan saya mendapatkan atau memperolehnya, ternyata hanya sebentar saja kenikmatan itu terasa. Ternyata, kenikmatan dunia itu terbatas adanya; bisa harta, pangkat dan tentunya wanita. Ternyata dunia ini memang permainan semata; meski kita tetap harus bermain serius dan sportif seperti sepakbola.

Kesimpulan saya sementara, bahwa kenikmatan dunia ini terbatas. Dari itu pekerjaan yang saya tulus dan menikmatilah yang akan sedikit meminimalisir kekecewaan-kekecewaan.

Saya juga akan menabung dan memperbanyak stok cinta dalam hati saya agar dapat memberi keteduhan, manfaat dan kebahagiaan bagi sesama maupun pasangan. Orang kaya punya level kebahagiaan disatu titik dengan orang miskin meski secara materi dan logika beda kalkulasinya.

Jika orang kaya bahagia ketika per-hari bisa untung 1M, orang miskin bisa dengan 10 Ribu bahagia dengan level yang sama karena bisa membeli lauk untuk anak dan istri.

Pada akhirnya, ternyata surga adalah orang yang hidup untuk hidup bersama, mengabdi dan berbagi sebagai manifestasi syukur kepada tuhan; dan neraka adalah keserakahan, individualis dan hidup mencari kesenangan pribadi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: