Inilah hasil diskusi dengan Gus Nurul Yaqien. Meski sebentar, namun ber-atsar karena berteman kopi hitam dan surya signature.🙂

Mengajak menuju kebaikan atau dakwah itu paling utama perspektif al-Quran adalah dengan “bi al-hikmah”, perilaku yang baik, terpuji dan santun. Orang yang berakhlak baik itu dengan sendirinya sudah berdakwah. Dalam redaksinya, Allah menempatkan kata al-hikmah sebelum mau’idlhah chasanah.

Level kedua, dibawahnya, adalah dengan tutur kata yang baik, bi al-mau’idlah al-chasanah. Mengingatkan dan menasehati dengan tutur kata yang santun, tepo sliro, menjadi keniscayaan dalam berdakwah.

Selanjutnya adalah dengan berdebat, diskusi atau mujadalah. Debat disini, Allah merekomendasikan dengan ahsan, sebaik-baiknya. Dalam term ilmu shorof, Ahsan mengikuti wazan Af’ala bisa berfaedah “lil-mubaalaghoh”, lebih, banget. Sedemikian detailnya, Allah tidak cukup memakai kata “Hasan” tetapi “Ihsan”, sebuah tawaran konsep yang begitu sempurna.

Sudahkah para ulama, politisi, birokrat, para pemimpin dan kita semua rakyat jelata melaksanakannya hari ini? Coba kita bertanya pada Cita Citata yang bergoyang.

Temanggung, 29 Desember 2014