Refleksi Maulid Nabi

Semenjak 1489 tahun lalu, baginda nabi Muhammad saw terlahir ke dunia. Sampai kini, namanya tak henti sedetikpun dilantunkan oleh jutaan umatnya di muka bumi. Doa selalu mengalir bagai sungai menuju samudera cintanya. Ia merevolusi manusia tidak dengan pedang atau konstitusi legal-formal, namun dengan akhlak dan perilaku tauladan.

Ia pemaaf atas segala kesalahan. Ia tak memiliki sebutirpun debu dendam. Ia begitu pemalu dan tawadlu’. Ia memberi hormat atas musuh dan beda keyakinan. Ia pecinta anak-anak. Ia penyayang kaum tua dan renta. Ia berpihak kepada kaum tertindas. Ia hidup sederhana. Ia bahkan pernah mengganjal perut dengan batu untuk menahan lapar.

Ia juga pernah dilempari kotoran unta. Pernah juga ingin dibunuh. Pernah tidur di pelataran rumah sampai pagi karena toleransi membangunkan istirahat sang istri. Ia juga terbiasa mencuci baju sendiri. Ia tak pernah membentak. Tutur katanya santun. Rona mukanya penuh cinta. Banyak sahabat masuk Islam karena melihat keteduhan muka dan pancaran bening hatinya.

Itulah manusia teladan dan sempurna di muka bumi, sayang, yang ternyata banyak juga yang mencemoohnya. Menggunjing dan memfitnahnya. Memusuhi dan bahkan mencibirnya.

Adalah wajar dan sah kalau kita dicibir, diolok-olok, digunjing dan difitnah. Perjuangan dan getir hidup kita belum ada sekuku-hitamnya, sayang. Inilah hidup. Beliau manusia sempurna yang begitu sempurna cobaannya. Kita yang tak sempurna, mari menggapai-gapai kemuliaan dan keteladanannya.

Di hari-hari yang mulia atas kelahirannya ini, ku ingin kau dan aku melebur jadi satu. Melangitkan shalawat untuknya agar memancar pada kita cahaya.
Shallu ‘Alan Nabi Muhammad

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: