Ngaji Ke Malaysia

Beberapa hari yang lalu, salahsatu temanku minta restu dan pamit. Bulan Maret depan ia akan terbang ke Malaysia untuk mengadu nasib. Sebelum memutuskan ini, ia sempatkan datang konsultasi pada seorang kyai, guru spiritualnya. Oleh sang guru tadi, ia dinasehati banyak hal, diantaranya seperti ini.

“Saya tidak rela kalau kamu jauh-jauh ke Malaysia hanya untuk kerja. Orang hidup kerja itu sudah biasa. Namun, jika niat kamu ngaji kesana, menuntut ilmu, aku rela dan mendoakanmu sentosa. Ngaji itu yang wajib. Selagi kamu bisa makan, nggak usah kerja nggak apa-apa. Untuk apa mengumpulkan harta?” Kata beliau panjang lebar.

Dan temanku menyetujuinya.

“Baguslah, baik-baik disana. Pesanku, nek kowe ora ngopo-ngopo, ora bakal dadi opo-opo, jika kamu tidak berbuat apa-apa, tidak akan jadi apa-apa” Imbuh sang guru.

20 Januari 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: