Seandainya Saya Menjadi Presiden

Seandainya saya menjadi Presiden Indonesia saat ini, terkait kisruh KPK vs Polri saya hanya memiliki dua opsi:

1. Melantik BG atas intervensi partai, pendukung yang memiliki kepentingan dan geng-geng Polri pengusung saya. Resiko yang saya terima adalah lumpuhnya institusi KPK dan dimusuhi rakyat, sesepuh negara serta pegiat anti-korupsi.

2. Membatalkan pelantikan BG dan melantik yang lain sebagai Kapolri. Keputusan ini akan menyelamatkan KPK secara institusi dan mendapat dukungan rakyat, tokoh sesepuh negara serta pegiat anti-korupsi. Resikonya adalah saya dimusuhi orang-orang BG, tokoh penyokong utama kemenangan saya seperti Hendropriyono, Luhut Panjaitan dll. Resiko yang tak kalah besar adalah saya sebagai petugas dianggap tidak patuh pada Ibu Suri serta partai pengusung kemenangan saya. Saya bisa dipecat atau keluar dari partai seperti Ahok, Gubernur DKI Jakarta.

Pagi ini, agar perseteruan tak berlarut-larut, saya akan menggelar konferensi pers dan mengumumkan keputusan saya. Dengan mempertimbangkan “tasharruful imam ‘ala ra’iyati manutun bil mashlahat,” saya memilih kepentingan negara diatas kepentingan partai saya. Keputusan nomor dua-lah pilihan saya.

18 Februari 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: