Pengemis di Demak

Pukul 23:55 WIB ini aku keluar Masjid Agung Demak. Ada kesan mengharukan, barangkali hal ini bisa disampaikan bagi yang peduli kepada Bupati Demak atau Dinas Sosial setempat, tentang banyaknya pengemis di area makam.

Begitu kami serombongam keluar makam, puluhan pengemis berderet meminta iba dari para peziarah. Mereka rata-rata orang tua dengan alas tidur seadanya. Rintihan mereka bagai meriam dalam perang. Tambah lagi, simbol dan identitas keislaman mereka dengan memakai kerudung tentu akan memalukan.

Sekiranya rekan-rekan di IPNU atau aktivis sosial di Demak mau menkomunikasikan dengan dinas terkait agar dibina atau dibawa ke panti, itu tentu akan sangat menarik. Selain membangun kenyamanan destinasi wisata terbanyak setelah Borobudur ini, tentu Demak akan terlihat rapi dan sejahtera.

Itu permohonan kami, rekan. Oleh karena dibalik ramainya para peziarah, imajinasi kami melihat Sultan Fatah menangis melihat pengemis-pengemis renta itu.

Salam BBB!

Demak, 16 Mei 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: