Surga Neraka

“Mas, kira-kira, ngapain ya Tuhan memberi iming-iming surga dan neraka?”
“Hmmmm, kadang orang hanya butuh iming-iming dan ancaman. Seperti anak kecil itu: kadang logika tak mampu mempengaruhinya”
“Ada logika juga?”
“Iya, logika lebih tinggi. Ia mau memaknai dan memahami Islam dengan sains, logika dan dasar-dasar ilmiah. Ini biasanya dilakukan oleh intelektual atau ulama, oleh sebab tak ada konsep dalam Al-Quran yang bertentangan dengan sains atau ilmu modern”
“Kalau ada yang bilang Islam itu agama Cinta?”
“Itulah yang paling tinggi. Itulah tingkatan para wali dan orang yang sudah sampai pada level tajalli. Umumnya, setelah menkaji logika, yurisprudensi Islam, mereka akan mmaauki dunia tasauf melalui tarekat. Substansi hidup, kehidupan dan ketuhanan dikaji disini. Jika sudah sampai, mereka memasuki agama cinta; tak punya kesedihan, ketakutan maupun derita.”

04 Mei 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: