Keteladanan KH Hasyim Asy’ari

Ini adalah kisah yang diceritakan oleh Zuhairi Misrawi, penulis buku biografi KH Hasyim Asyari ketika diwawancara pada acara MataNajwa, Metro TV.

Al-Kisah, K.H. Hasyim Asyari nyantri ke banyak pesantren, sehingga keilmuan beliau diakui banyak orang, utamanya sebagai ahli hadits. Kemudian pada bulan 20 Sya’ban-Ramadhan banyak kiai-kiai ke Tebuireng mengaji kepada Kiai Hasyim. Ketika itu datang orang-orang yang pernah menjadi guru beliau. Namun beliau tidak mau. “Wah tidak, Bapak-Bapak ini guru saya” ucap Kiai Hasyim tawadhu. Kemudian dijawab oleh mereka, “Iya tetapi kami semua ingin mengaji”.

Akhirnya setelah dirayu Sang Guru Besar (Hadratussyekh) yang hafal kutubus sittah itupun mau dengan mengajukan beberapa syarat. “Tetapi, saya yang akan menyediakan semuanya,” tegas Kiai Hasyim, sang pendiri NU. “Tidak perlu masak, tidak perlu mencuci pakaian, karena itu akan dilayani oleh santri”. Semua sepakat.

Suatu malam, ada santri terbangun. Ia melihat ada orang yang mengambil pakaian-pakaian kotor. Ia ingin tahu siapa orang itu, lalu diikuti sampai mencuci. Ternyata, itu adalah Kiai Hasyim sendiri. Beliau mencuci pakaian kiai-kiai yang pernah jadi gurunya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: