Maaf dan Pesan Broadcast

Meminta maaf atas khilaf dan kesalahan memang direkomendasikan dalamn doktrin Islam. Waktunya pun tak terhingga; baiknya meminta maaf langsung tiap kali berbuat salah. Adapun karena tradisi, budaya ditambah urbanisasi yang semakin berkembang, tradisi meminta maaf include dengan silaturrahim di hari raya Idul Fitri. Ini tradisi dan budaya yang baik, dan saya kira hanya ada di Indonesia.

Kalau tradisi mudik, mungkin beberapa negara melakukannya. Namun, silaturrahmi dengan yang tua bahkan tokoh masyarakat, hanya ada di Indonesia. Silatirrahmi yang murni; bukan silaturahmi politik atau kepentingan duniawiyah lainnya. Ngabekti dari yang muda kepada yang tua; ajaran baginda nabi yang menemukan aktualisasinya di nusantara.

Membalas kesalahan itu hak. Namun memaafkan itu mulia. Orang ditampar berhak menampar balik. Orang dijotos hingga rompal giginya berhak atas pembalasan yang sama. Menindas boleh ditindas balik. Namun memaafkan itu jauh lebih mulia. Itulah yang dilakukan baginda junjungan kita.

Kadang kita salah. Sengaja salah atau tak sengaja salah. Bahkan termakan gosip dan berita fitnah. Silaturrahmi memberi kita ruang klarifikasi, ruang mendekatkan hati, ruang mencintai dan tentunya membuka pintu rizki.

Berjuta orang mudik untuk bersilaturrahmi, mencari kebahagiaan yang lama mati; sibuk mencari materi dan urusan duniawi. Betapapun kaya dan makmur seorang islam pribumi, hatinya tersayat jika sendiri di perantauan saat malam takbir fitri. Kembali ke tempat asal itu fitrah manusia; hakikatnya hamba yang rindu Tuhannya. Betapa jauhnya manusia mengembara; ia akan selalu rindu pada tanah air, kerabat dan sahabatnya. Momentum Idul Fitri inilah ruangnya; mengisi kekeringan jiwa-jiwa. Menggemakan dan mendengan takbir atas kebesaran Tuhannya.

Bahagia memang sederhana. Namun kadang ia juga sulit dicarinya. Sesederhana makan sambal, sayur kangkung dan tempe goreng namun berkelakar bersama keluarga. Berkumpul dengan orang-orang terdekat kita. Ruang dan waktu, pergeseran zaman serta kemajuan teknologi memang mengubahnya, namun tak semua. Kadang kebahagiaan bukanlah apa yang kita rasakan, tapi apa yang kita kenang.

Bertamu dengan Teknologi.

Silaturrahmi dan saling bermaaf sekarang banyak menggunakan teknologi. Sekali pencet ratusan, ribuan bahkan jutaan orang dapat langsung berkomunikasi. Surat tak berlaku lagi. SMS semakin sepi. Sekarang eranya media sosial yang merajai. Sekali klik, teman di belahan negara dapat kita datangi.

Namun orang memiliki naluri; bahwa yang spesial adalah yang eksklusif. Hati kita belum atau tak mampu diduakan apalagi dimadu dengan ratusan orang. Itu bukti tak adanya perhatian, meaki itu sudah mending daripada yang hanya diam.

Pesan broadcast datang di bbm, misalnya, atau sms broadcast yang kita terima-bersama puluhan bahkan penerima ratusan lainnya; kita akan bersikap biasa saja. Ibarat bersalaman, orang bersalaman dengan ratusan orang tanpa melihat yang diajak jabat tangan. Tidak fokus, tidak khusuk dan tidak menspesialkan. Beda dengan bersalaman saling bertatapan, apalagi saling bertanya keadaan.

Lebih baik berpesan singkat namun fokus pada tujuan, misal menyebut nama dibanding syair dan pantun dua halaman namun dikirim untuk semua kalangan. Ini seakan akan bercanda dan tak memiliki kekuatan. Meski demikian, itu masih mending dilakukan daripada tidak sama sekali.

Dan tentunya, meski teknologi sekarang sudah bisa melayani, namun bertemu langsung adalah keistimewaan sendiri. Wajarlah jika jutaan pemudik berjuang kembali, berdesakan, macet, bahkan menghadapi kerasnya jalanan. Tak sedikit pula nyawa yang jadi korban san taruhan. Itu semua akan terbeli, dalam kebahagiaan bertemu dengan sanak famili.

Selamat Idul Fitri. Anda semua sudah kumaafkan, lahir dan bathin. smile emoticon

17 Juli 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: