Tipikal Kyai-Kyai NU

Muktamar NU merupakan konsolidasi para kyai yang ada di nusantara bahkan mancanagari. Menarik untuk disimak ragam tipkal para kyai penerus perjuangan para nabi tersebut. Kajian ini memang “tidak ilmiah” karena hasil dari perenungan dan pengalaman saya sendiri. Sengaja saya tidak merujuk Zamakhsyari Dhofier atau Martin van Bruinessen. Saya amati dari kacamata awam saya sendiri. Berikut hasilnya.

  1. Kyai Panggung
    Kyai ini sebagian waktunya habis di jalan dan ceramah dari satu tempat ke tempat lain. Dalam berdakwah, kyai NU terkenal dengan bahasa yang santun, humoris dan dalam. Pembahasannya pun tidak melangit; hujan dalil quran dan hadits, namun dengan perumpamaan, tradisi, budaya dan komunikasi yang apik dan mengena.
  2. Kyai Dampar
    Kyai ini sebagian waktunya habis untuk mengajar santri-santrinya. Ia rajin muthalaah kitab kuning dan fasih berbicara agama sampai akar-akarnya, substansinya. Biasanya, karena sudah menikmatidan mencintai ilmu, para santri atau orang kepercayaan yang diminta menggarap sawah, ladang atau tokonya. Kyai seperti ini jarang terlihat di panggung, namun ia menjadi sumber rujukan dan alim dalam pemahaman.

  3. Kyai Mistik
    Kyai yang masuk tipikal ini adalah kyai yang tahu babakan mistik dan ilmu kedigdayaan. Ia jadog, nggak mempan dibacok. Masyarakat yang sedang sakit apapun biasanya datang ke sang kyai untuk minta air yang sudah di jopa-japu. Kyai tipikal ini masih banyak, bahkan masih sering mengisi “kekuatan” ketika banser di baiat.

  4. Kyai Politisi
    Kyai ini tersebar di beberapa partai, parlemen atau menjadi pemimpin. Ini wajar mengingat pesantren juga banyak mengkaji urusan politik, seperti ushul fiqh/ fiqh siyasah, mantiq (logika), filsafat dan maqashidus syariah. Kitab politik yang terkenal antara lain Muqaddimah milik Ibnu Khaldun. Jangan heran kalau banyak kyai juga ikut berpolitik praktis sebagai jalan ibadah dan mewujudkan kesejahteraan sosial. Oleh karena baginda nabi pun demikian, ikut serta dalam pemerintahan.

  5. Kyai Budayawan
    Kyai dengan tipikal ini biasanya disukai kalangan jalanan dan anak muda. Ia pandai bergaul, berpuisi dan menyampaikan pesannya lewat sastra atau seni dan budaya.

  6. Kyai Kharismatik
    Ini adalah kyai yang sudah mencapai maqam tertentu. Kyai dalam kategori ini sudah cerai dengan dunia. Ia tidak mencari dunia, namun dunialah yang mendekat kepadanya. Ia sangat dihormati karena karamahnya. Biasanya kyai yang masuk kategori ini “weruh sak durunge winaruh”, mengerti sebelum kejadian.

Itulah beberapa tipikal kyai. Kadang, bahkan tipikal itu menjadi satu dalam sosok kyai, atau memiliki mampuan ganda. Ada juga yang memiliki ahli bidang-bidang tertentu seperti pertanian, arsitektur, ilmu alat (nahwu/sharaf), falaq dan lain sebagainya.

Itulah kyai-kyai NU, mengajari dan memberi teladan kepada masyarakat. Tanpa digaji negara. Mereka ada saat masyarakat membutuhkan, mulai dari pernikahan, kelahiran, sunatan, kematian, mengaji, cari hutang, ada konflik sampai soal-soal besar kebangsaan dan kenegaraan.

Kyai-kyai ini mendapat gelar bukan karena ijasah, bukan pula memproklamirkan diri. Namun peran mereka diakui masyarakat sebagai pengayom dan pelindung. Mereka mengajari santri dan masyarakat dengan tulus. Mendoakan tiap habis shalat, dan tidak pernah putus hubungannya hanya karena santri sudah tamat.

Kyai-kyai NU memang jarang terlihat di tivi, oleh karena media sudah dikapitalisasi. Namun, peran mereka begitu terasa, di sekitar kita, di tarikan nafas kita dan mengalun indah nasehatnya dalam langkah kita.

Selamat bermuktamar, para kyai NU se dunia. Umat selalu menunggu hadirmu membimbing menuju cahaya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: