Perjalanan Nahdlatul Ulama Kabupaten Purworejo 2009 – 2014 sudah hampir purna. Sebagaimana perjalanan organisasi sosial keagamaan pada umumnya, tentu ada progress organisasi dan beberapa evaluasi yang harus dilakukan agar kedepan NU semakin membumi dan menyejahterakan Nahdliyyin khususnya dan masyarakat secara umum. Untuk itu, saya secara khusus meng-interview  KH. Achmad Hamid AK, S.Pd.I selaku Ketua Tanfidziyyah NU Kabupaten Purworejo 2009 -2014, untuk Buletin “Nahdliyyin” Edisi I/ November 2014.

 Anda sudah memimpin NU selama lima tahun, apa suka dan dukanya?

Pertama, sukanya, bisa dekat dengan ulama dan kyai. Itu yang paling menyenangkan. Rasa-rasanya mereka mendoakan, memberikan saran, pendapat dan kritik untuk NU agar kedepan lebih baik lagi. Kedua, dukanya, banyak kesibukan pengurus sehingga kadangkala tidak bisa sama-sama. Secara otomatis tanggungjawab teman-teman pengurus menjadi tanggungjawab ketua. Maklum, karena yang menjadi pengurus itu rang-orang penting. Jadi, ketualah yang harus bertanggungjawab menjalankan roda organisasi, apapun keadaannya.

Apa saja prestasi  lima tahun kepengurusan bapak?

Prestasi tidak begitu kelihatan. Meski banyak orang yang mengatakan sudah maju, tapi kami sendiri merasa banyak beban. Namun nyatanya banyak perkembangan, seperti sector keagamaan. Pengajian-pengajian rutin di MWC dan Ranting berjalan, meski banyak juga yang belum jalan. LBM nya berjalan dengan baik. Saya juga sering hadir disana dan sangat membahagiakan karena kyai-kyai muda juga sudah mulai ikut berpartisipasi pada NU.

Di sektor ekonomi kita punya BMT dan Toko Buku. Meski awalnya untuk membeli dan mendirikan toko buku itu berat, namun atas dukungan semua pihak akhirnya berjalan juga. KBIH NU juga member kontribusi yang signifikan bagi NU, meski itu ranah peribadatan bukan ekonomi. BMT juga kita sudah punya beberapa cabang: Bener, Pituruh, Kutoarjo dan Kemiri. Untuk pendidikan, di Pituruh kita mendirikan MA dan MI Takhassus. Ada MA juga di Sidomukti, Meski ADA beberapa yang belum jadi seperti di Bener bagian Timur.

Apa kekurangan NU yang perlu dibenahi kedepan 

Keberadaan formalitas NU di daerah perlu dibenahi, seperti plang organisasi dan kepengurusan di daerah yang maih asal comot. Lalu kesolidan NU dan Banom kedepan perlu ditingkatkan, agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Lalu managemen ekonomi perlu dibenahi, walaupun sudah berjalan. Kalau tidak, akan menjadi boomerang bagi pengurus, karena asetnya sekarang sudah menjcapai tujuh milliar. Pengurus harus terbuka pada kritik. Kemarin kita juga mengadakan pertemuan dengan ulama dan kyai sepuh dan mengajukan 15 hal yang harus dibenahi oleh NU. Salah satunya, gerakan NU di Purworejo kurang terpantau. Sehingga itu menghambat organisasi, seperti Bayan hanya memiliki 4 Ranting dan Bruno 1 Ranting. Selain itu, kaderisasi perlu digalakkan untuk mencetak pemimpin-pemimin NU, agar kedepan bisa lebih rapi, terstrukur dan implementatif.

Ketika Pengurus NU tidak aktiv, apa yang dulu anda lalukan?

Ya saya hanya menegur, kenapa kok begini? Kurang ini itu? kepada pengurus lain begitu saya. Kalau tidak jalan, ya kembali ke ketua. Ini beratnya menjadi ketua, maka sebenarnya saya kepingin diganti dan mudah-mudahan besok ada yang mengganti.

Berarti, ada kemungkinan bapak besok jadi ketua lagi?

Tidak tahu saya. Wong saya kampanye juga tidak, diam saja. Terserah kepada forum. Saya hanya berbuat sesuai kewajiban saya.

Lalu, dari bapak sendiri, apakah ada keinginan untuk menjadi ketua lagi?

Saya tidak ingin. Saya dudah matur sama kyai, jika besok terpilih lagi saya ingin mundur. Tetapi sampai kemarin, ada kyai yang mengancam saya: “Kalo sampean terpilih dan mundur, sampean mengecewakan ummat, su’ul khatimah”. Kalau kyai yang mengancam kan berat saya, tidak berani. Mudah-mudahan saja besok saya tidak terpilih. Saya ndak punya ambisi ndak.

Kalau calon yang lain, siapa saja?

Saya tidak tahu. Saya tidak mencari, tidak ingin tahu tentang calonnya siapa. Saya hanya ingin laporan pertanggungjawaban saya diterima dengan baik, walaupun ada kritikan tidak apa-apa. Saya sudah siapkan materinya beberapa hari ini.

Bagaimana hubungan anda dengan Rais Syuriah?

Baik baik saja. Saya dengan Wan Hasan (KH. Hasan Aqil Ba’bud) Selama lima tahun belum pernah di-dukani, malah beliau yang kadang ngalah sama saya. Mungkin saya dianggap baik oleh beliau, hehehe.

Banyak di NU yang kemarin tidak jalan, seperti Lakpesdam, LTN, Lesbumi dan Ma’arif juga progresnya kurang. Seandainya bapak terpilih lagi, apakah akan mengambil pengurus baru atau mempertahankan yang sekarang?

Ya mencari orang yang lebih baik. Saya melihat tekhnis rekruitmen pengurus kemarin kurang bagus. Yang minta jadi pengurus, malah kinerjanya jelek. Minta. “Saya mau jadi ini”, katanya dan saya persilakan. Malah ktika sudah saya masukkan, tidak pada jalan.

Oh! Banyak yang minta menjadi pengurus, berarti, pak?

Iya. Minta.

Saya mungkin punya usulan, pak. Bapak bersedia saja jika dipilih kembali, asal dengan satu syarat: yaitu bapak sendiri yang menentukan pengurusnya?hehe

Hahaha…saya tidak membayangkan saya terpilih lagi. Yang penting selama ini saya sudah menjalin komunikasi dengan MWC dan Banom, kyai sepuh, kyai muda dll. Untuk memajukan organisasi sekuat tenaga dan sebisa saya.

Seandainya besok bapak jadi Tim Formatur, seberapa besar peluang kader Ansor untuk menempati kepengurusan PCNU?

Saya pengalaman jadi Tim Formatur, itu tergantung syuriyahnya nanti, karena syuriyah pengendali. Dulu saya mencalonkan orang, tidak masuk betul-betul. Kemarin, saya ingin masukkan empat orang tidak masuk. Ada satu yang masuk, lainnya tidak bisa. Nah, satu itu malah pada akhirnya tidak aktif. Saya kena batunya, hehehe.

Komposisi kepengurusan kedepan yang ideal seperti apa?

Saya inginnya itu semua ada. Pegawai negeri ada tapi nfdak banyak. Klarena pegawai tidak bisa dipakja jika ada pertemuan pagi, kecuali pegawai yang nekat.

Jika ada kader karbitan masuk kepengurusan, bagaimana?

Hemat saya, kader NU yang penting implemenasinya. Pengalaman di pengkaderan itu dilaksanakan dalam kegiatan nyata. Jadi jangan hanya bisa perintah, tapi juga melaksanakan tanggungjawab.

Apa [esan bapak untuk Banom-banom NU?

Merapat ke NU. Banyak komunikasi dengan NU, baik diundang atau tidak. Itu yang penting!

Selain bapak, siapa yang layak memimpin NU kedepan?

Wah, saya tidak bisa menyebut nama. Itu malah jadi kampanye nanti, hehe. Tidak usah saya sebut kan sudah kelihatan siapa-siapanya. Pokoknya figure yang bisa komunikasi dengan yang muda, yang tua, birokrasi, pengusaha dan lembaga lain.

Terima kasih, pak atas waktunya.

Iya, mas, sama-sama.