Surat Untuk Sahabat

Teruntuk Sahabatku
Hd Asrul
di Makkah Al-Mukarromah

Assalamu’alaikum wr. wb.
Bertahun-tahun kita tak jumpa, sahabat. Lewat media sosial ini, aku ingin berkirim surat, berbagi cerita dan ilmu. Anggap saja tulisan ini meniru surat Kartini kepada Abendanon di Negeri Belanda. Meski aku bisa saja melihat youtube, gambar via google atau membaca tulisan tentang Makkah dan Madinah, rasanya itu belum cukup memuaskan.

Bagaimanakah kabarmu? semoga baik-baik saja. Alhamdulillah, kabarku disini baik, juga rekan dan sahabat semua.

Bagiamana belajarmu disitu, sudah menempuh studi apa? di madrasah mana, dan khatam kitab apa saja? Siapa guru-gurumu? tolong, bagi ilmunya barang secuil kepadaku.

Selanjutnya, aku ingin sekali engkau mengirimkan satu tulisan kepadaku, tentang sebuah negeri yang paling fenomenal dan dikunjungi jutaan umat muslim dari seluruh penjuru dunia: Makkah dan Madinah. Negeri yang yang menyimpan kisah historis para utusan Tuhan. Sudilah kiranya, engkau menulis dengan panjang bagaimana keadaan negeri yang kini kau tempati, tentang beberapa hal berikut ini.

Pertama, aku ingin tahu bagaimana kultur, tradisi dan watak manusia Arab secara antropologis saat ini: bagaimana mereka ber-muamalah, sopan santun dan melakukan aktivitas sehari-hari. Jelaskan juga, bagaimana relasi pria-wanita disana, apakah masih ada gab disana, stratifikasi sosial yang berlaku: siapa kalangan atau suku yang dihormati, mengingat Arab secara politis masih memakai kerajaan.

Kedua, bagaimanakah pengajaran disitu, terutama kepada anak-anak. Apakah sama seperti kita dulu di pesantren dengan sitem sorogan, bandongan dan muthalaah? Apakah disana juga ada lembaga yang mengajarkan ilmu-ilmu modern, seperti sekolah dikita; atau hanya madrasah yang khusus mengkaji agama? Aku ingin tahu bagaimana minat anak-anak dan pelajar Arab dalam menuntut ilmu dan seberapa besar orang tua dalam menekankan pendidikan.

Ketiga, ceritakan juga, bagaimana TKW/TKI disitu diperlakukan. Apakah seperti yang kulihat ditelevisi selama ini: banyak terjadi pemerkosaan. Jika memang iya, aku khawatir dan menuduh mindset mereka masih melihat TKW/TKI sebagai budak yang seenaknya diperlakukan, mengingat dalam doktrin Islam sendiri, setahuku, semangatnya menghilangkan, bukan mengharamkan. Jika ini masih berlaku, tentu sangat berbahaya.

Keempat, setahuku, negeri Arab adalah negeri perdagangan, semenjak pra-Islam maupun sampai sekarang. Untuk itu, aku ingin tahu bagaimana pertanian dikembangkan disana, lalu komoditasnya apa saja? Setahuku baru kurna dan manisan kecil-kecil itu yang dibawa oleh jamaah haji sepulang dari sana.
Masuk juga dalam kategori ini, peternakan juga mohon disinggung, mengingat dalam sejarah Arab dan nabi-nabi, “penggembala” selalu tak lepas dari sejarah negeri Arab. Bagaimana kambing, unta atau mungkin unggas lain dikelola. Ini tentu beda dengan tempat asalmu, Kaligesing, Purworejo yang terkenal dengan kambing etawanya, dimana rumpun mudah didapat dimana-mana.

Kelima, tolong kabarkan kepadaku, apakah disana juga terdapat organisasi atau perkumpulan – civil sosiety – seperti Muhammadiyah dan NU disini? Juga, bagaimana kabar madzhab sunny, baik aktivitas maupu pergerakannya, mengingat setahukku, Arab dikuasai oleh Wahabi. Apakah tingkat resistensinya tinggi dalam hal ini, seperti yang terjadi di Indonesia antara NU vs MTA, atau kekerasan atasnama agama seperti yang menimpa Ahmadiyah dan Syiah?

Selanjutnya, dalam surat panjangku pertama ini, kuigin tahu heritage atau warisan budaya dan peradaban masa lalu disitu, utamanya bangunan. Kabar yang kudengar, hampir semua peninggalan sejarah dimodernisasi, kecuali Makam Nabi, yang dulu pada tahun 1920-an, diperjuangkan oleh kyai-kyai NU agar tidak dibongkar. Kudengar dari beberapa surat kabar, disitu sedang mengadakan modernisasi besar-besaran, atasnama perluasan masjid.

Terakhir, kalau sempat, datanglah juga ke makam para pejuang uhud dan para sahabat nabi, bagaimana kondisi disana; apakah terawat baik dan dikunjungi seperti makam-makam para wali di jawa, yang sehari bisa mencapai 10.000 peziarahnya. Jangan lupa – dan ini yang terpenting – sampaikan salamku kepada Baginda Nabi, di pusara Makam Beliau. Katakan kepada beliau, bahwa ada satu umat di tanah yang ingin sekali sowan namun belum memungkinkan. Umat itu ingin mengadukan pelbagai urusan hidup, kehidupan dan problematika keagamaan.

Demikian suratku kali ini. Mohon untuk membalas dengan uraian pertanyaan diatas, apabila belum sempat, tinggalkanlah dulu dan tulislah disaat yang senggang.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Semarang, 25 Oktober 2015
Dari rekanmu, senasib seperjuangan di PC Ipnu Purworejo New

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: