Tentang Islam Transnasional (Rekaman Diskusi I)

“Assalamu’alaikum, salam kenal, mas”

“Wa’alaikum salam, salam kenal balik”

“Punten sebelumnya, jujur saja saya sering dan bahkan bisa dibilang suka membaca status maupun postingan sampeyan mas. Apalagi kalau sudah tentang agama dan NU, karena saya sendiri secara kultural dan struktural adalah warga NU. Akan tetapi kadang banyak sekali hal yang membuat saya bertanya2 tentang NU itu sendiri, baik dari segi ideologi, syariat, amaliyah, bahkan sampai pada fatwa dan warga NU sendiri termasuk para petinggi NU. Sadar diri bahwa saya masih amat sangat faqir ilmu mengenai agama dan NU, saya ingin berdiskusi berdiskusi dengan sampeyan mas (dalam hal ini, saya sebagai penanya dan sampeyan sebagai penjawab). Jika sampeyan berkenan saya sangat berterimakasih. Akan tetapi kalaupun sampeyan berkenan mungkin lain waktu tidak malam ini, mengingat ini sudah larut mlm.”

“Oh iya, sama-sama, terima kasih atas apresiasinya sudah mau mbaca tulisan saya, neng syarif (atau siapa ini manggilnya?). Saya sangat senang hati jika ada orang yang suka diskusi. Hobi saya sendiri diskusi; terlepas nanti bisa beda pendapat, bagi saya diskusi adalah wahana menarik untuk mendewasakan. Kebetulan malam atau pagi ini saya agak longgar waktunya. Insya Allah siap; via fesbuk atau telfon.”

“Via fb saja mas. Keluarga dan rekan2 saya biasa memanggil saya dengan nama ‘Lu’lu’ smile emotikon. Terimakasih sebelumnya sudah berkenan membalas pesan saya, dan berkenan berbagi ilmu dg saya”

“Memang nama lengkapnya siapa? iya, neng Lulu’ (mirip adikku: Lu’lu’ul Mutala’li’ah smile emotikon )”

“Alhamdulillaah, lumayan banyak yang memakai nama itu smile emotikon semoga berkah.. dan menjadi pribadi yg luhur dan bernilai sperti mutiara… aamiin”

“Amin ya rabbal alamin”

“Kalo nama lengkap saya Siti Lulu Julaeha, saya rekannya teh Dhilla Nuraeni Az-Zuhri ketua PC IPPNU Kota Bandung, mas, sampeyan kenal?”

“Oh, ya. Kita kenal lewat fb: teh Dhilla sana teh Nur Jannah. Kebetulan dia juga suka nulis-nulis.”

“Muhun, mas, tepat sekali. smile emotikon. Yang pertama ingin saya tanyakan, mengenai ketum PBNU. Akhir2 ini nalar dan keawaman saya mengenai ilmu sering sekali tak dapat menjangkau, perkataan dan bahkan fatwa beliau. Dimulai dengan kasus janggut, sampai membangkitkan semangat karbala yang, pernah dalam salah satu berita saya baca”

“Iya, pertanyaannya apa, neng? kalau ada pertanyaan, mungkin saya bisa bantu apa keresahannya.hehe”

“Bisakah mas jelaskan mengapa beliau berstatement sperti itu? Mas tentu tau kan statement beliau mengenai dua hal itu. Yang kedua tentang masuknya Ulil Absor Abdala dalam kepengurusan NU, yang setau saya beliau adalah ketua JIL. Mengapa demikian? Ketiga mengapa kebanyakan orang2 NU tidak suka bahkan terkesan membenci ‘Wahabi’. Punten sebelumnya mas kalau perkataan maupun pertanyaan saya kurang berkenan.”

“Oh, ya, neng. Saya akan berusaha menjawab satu-persatu. Pertama, soal jenggot. itu kyia said menyindir kelompok islam eksklusif yang berislam, hanya dengan mengandalkan jenggot dan simbol-simbol saja, entah pakaian atau perkataan; tapi doyan mengkafirkan; tapi dalam hati penuh berhala kebencian, dll. Konteksnya begitu. Kedua, soal karbala. Tragedi karbala adalah tragedi kemanusiaan. dunia, khususnya umat islam harus berduka dan bisa mengambil pelajaran dari tragedi tersebut. Ketiga, soal JIL. Memang kenapa dengan JIL? sudah pahamkah eneng apa itu JIL, dari visi, tujuan, serta pemikirannya? jjika belum, silakan ikuti islamlib.com atau fan page Ulil Abshar-Abdalla. dalam NU, orang kaya mas Ulil, masih belum dikatakan liberal, ia genit intelektual. Jangan terjebak dengan nama, karena itu ibarat kulit. pun dengan orang, jangan sampai terjebak mulut dan baju. hehe grin emotikon. Keempat, NU bukan membenci orang wahabi, tapi mengutuk ajarannya. Wahabi itu buatan AS-Inggris, untuk menghancurkan islam dari dalam; salahsatu programnya adalah menghapus heritage, benda peninggalan, termasuk makam–dengan begitu, jika ilmu pengetahuan hari ini didasarkan pada positivismenya august comte, jika tak ada bukti nanti tidak ilmiah. belum soal tradisi, budaya, termasuk beberapa kitab yang digubah semau mereka. mereka bahaya. Jargon mereka, kembali ke al-Quran dan Hadits atau pemurnian Islam. Islam hari ini mau dibawa kepada model Islam di abad 7. Itu tidak bisa.”

“Kenapa, mas?”

“Karena sudah berkembang, beda konteks, beda keadaan, mengalami peningkatan pola pikir dll.
tetep kita kembali kepada alquran dan hadits, tetappi tidak cukup itu saja.”

“Peningakatan pola fikir?? Bukankah peradaban pada masa itu tdk kalah tinggi dg peradaban skrg mas?”

“Sudah ada internet, dulu? sudah ada motor? kertas?”

“Boleh saya minta data atau fakta mengenai wahabi bentukan AS-Inggris?”

“Itu fakta sejarah bu: semua orang juga tahu, hehe. Coba lihat video sejarah wahabi dulu, sebagai awalan, di youtube. sampean tahu wahabi? atau tertarik mungkin dengan wahabi?hehe”

“Hehe, sampeyan bisa aja, mas; saya lebih tertarik dengan pemikiran sampeyan justru grin emotikon”

“Tertarik dengan pemikirannya, apa orangnya? grin emotikon hehehehe”
“Sejak sekitar 6 tahun lalu keluarga saya sudah mengingatkan tentang, katakanlah “bahaya” orang wahabi. Tidak hanya sekedar mendengar pnjelasan dri mereka, lebih dri itu saya coba cari sendiri fakta dan datanya. Akan tetapi sejauh ini saya belum merasa puas dg validitas sumber dan isi informasi tersebut. Terlebih menurut saya skrg ini jamannya fitnah besar mas, hitam putihnya musuh kita hampir terlihat abu2 hehe”

“Bagaimana observasimu mengenai wahabi, seperti apa?”

“Ku lihat ada 2 sisi yg berbeda, dan aku sllu terkecoh oleh kekeliruan yg ada.”

“Saranku, jangan terlalu banyak baca referensi wahabi, baik situs, buku atau orang; kecuali kalau kamu sudah siap dan paham Islam ala NU. smile emotikon”

“Mas tau kan tntang 5 fase zaman menurut hadits Rasul?”

“Bagimana itu? nggak tahu, atau lupa mungkin.”

“Waaah jangan2 sampean ngetes saya lagi”

“Enggak neng, suer, aku lupa. efek grogi mungkin.hehe”
“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” Beliau kemudian diam. (HR Ahmad dan al-Bazar). ‘Mereka’ percaya bahwa orang2 yg memurnikan ajaran Allah itu lah yg memegang kekuasaan di fase zaman ke-5. Mungkinkah ini ada kaitan’y dg HTI mas?”

“Hehehe, pertama, aku belum tahu sanad dan konteks hadits tersebut, juga dalam tingkatan apa: apakah sahih, hasan, dhoif atau yg lain, belum ku kaji. Mereka itu seakan menjadikan khilafah jadi rukun iman ke-7 hehe”

“Aku dan rekan2 ku di asrama sedang mendapat doktrin kuat tentang itu, mas.”

“Oh, kalau mau, kita diskusikan di oblolan/diskusi online bareg nggak papa. Dia akan membuka dengan quran: waman lam yahkum bima anzalallah faulaika humul kaafirun.hehehe, aku tahu metodenya
lalu mencela demokrasi, konsep negara bangsa, dan memasukkan khilafah dan menganggap negeri ini, indonesia, bughot, tidak sesuai dengan syariat Islam”

“Waah aku belum berani mas, beliau ustadzah tempat saya setor qur’an mas.. frown emotikon”

“Yaudah, kalau ada keresahan, obrolin ma aku saja. Tapi HTI sama wahabi itu beda.”

“Tapi tenang aja mas, tidak serta merta dengan pak yai nya, beliau spertinya sama dengan faham orang nahdliyin. Bisa mas jelaskan perbedaan yang mendasar dari kedua faham/golongan itu?”

“Kalau wahabi, ingin pake quran hadis saja, tidak yang lain; yang tak ada di kedua kitab itu: bidah, sesat. HTI, adalah org trans-nasional, ada kaitannya dengan ikhwanul-muslimin. perbedaan paling mencolok adalah soal konsep kebangsaan, yang lain tidak begitu. NU marah, karena yang banyak berjuang untuk negara ini, tiba-tiba ada paham baru masuk yang pengin ngacak-acak bahkan merubah. Geto. kurang pas aja kalau di indonesia.”

“Ikhwanul-muslimin?? How about PKS?? HTI, PERSIS, PKS? Satu darah kah?”

‘”Yups, ketemu di IM. IM pecah. Di indonesia, merekalah itu pecahannya.”

“Apa itu IM, mas?”

“ikhwannul muslimun, hehe. maap, tak sambi makan malem. smile emotikon”

“Oooh hehe”

“Lantas siapa pendiri mereka?

Taqiyyudin An-Nabhani, Hasan al Banna, Sayyid Qutb  cs.

“Kemasan dakwah mereka melalui Al-Qur’an dan akhlak buat ku hampir jatuh cinta, mas.”

“Ohhhh, jangan, jangan sama mereka: sama aku aja! (hehehe, piss, bercanda!) 😀 ”

“Hmmmm sampean iki, mas, pantesan orang nyaman berlama-lama diskusi dengan sampean. Renyah, banyak guyonnya disela2 kerutan dahi ku. Lantas apa yang salah dari IM? *belajar menggunakan istilah mu grin emotikon ”

“Bentar. tak cuci tangan dulu. smile emotikon”

“Oooh sampean lagi makan toh mas?? Maaf, maaf, jadi mengganggu. “maap, tak sambi makan malem. smile emotikon Hmmm spertinya saya salah mengartikan hehe. Sekali lagi maaf sudah mengganggu makan malamnya mas.”

“Udah selesai, itu makannya pas balesan dikit2, hehE, ujan2, diberondong pertanyaan cewe cantik jadi laper.haha”

“Waaah gaya atu mas, dari calon sampean?”

“Emang aku sudah punya calon? hehehe…belum laku”

“Lhaa itu sampean bilang?”

“Maksudnya?”

“Udah selesai, itu makannya pas balesan dikit2, hehe—ujan2, diberondong pertanyaan, jadi laper.haha”

“Saya kira dari calon mu mas.”

“Aku belum punya calon. belum laku.hehehe 😀 . Untuk mempelajari ikhwanul muslimin, harus banyak data: pendiri, tokoh, ideologi, pemikiran, pengaruh pemikiran tokoh tersebut dan pola gerakannya.”

“Sejauh yang sampean kaji, adakah yang salah dari mereka?”

“Banyak. mau nggak baca sepenggal novelku yang belum jadi, terkait pembahasan diatas. sebelum kita lanjut diskusi?”

“Mmmm boleh mas”

“Ini dia linknya: ahmadnaufa.wordpress.com/nahdlatul-ulama

“Sampean mau istirahat, mas?”

“Belum. Maksudnya, aku sudah menulis terkait hal diatas cukup banyak. kamu baca dulu. lalu nanti dilanjut jika kamu belum capek. masih setia kok menunggumu membaca. grin emotikon”

“Berbicara tentang sebuah cerita, aku tak biasa mnghabiskan waktu singkat untuk membacanya mas. tak Butuh waktu lama untuk sekedar hanyut dalam suasana cerita.”

“Itu bukan cerita, lebih banyak diskusi. Kukira, 5 menit cukup untuk kamu membaca,hehe, atau tak copy disini saja, ya?”

“Apapun itu ketika gaya bahasa prolog dan alurnya berbau sastra aku akan nyaman berlama-lama membacanya. smile emotikon
Semoga Allah memberkahi usia mu mas.”

“Maksudnya? frown emotikon. Syukurlah, kalau nyaman denganku.kakakka”

“Dengan tulisan mu maaaaas…”


“Oh ya, amin; sama-sama. semoga-Dia juga memberkahimu.maaf, semalem laptop terus dipake temen. Terima kasih diskusinya. smile emotikon”

“Saya yg seharusnya berterimakasih mas, maaf sudah mengganggu waktunya.. smile emotikon”

“Yaudah, kasihnya saya terima. hehe smile emotikon”

“Kapan2 saya masih diperkenankan nanya2 lagi kan sama sampean?”

“Kapanpun, neng lulu’ mau. Insya Allah, aku ‘ada’. Jika telat bales, bisa jadi sedang ada kegiatan atau yang lainnya. Tak perlu ijin. Saya senang bisa memanfaatkan teknologi; bukan dimanfaatkan.”

“Kalau minta jadi pemateri gimana mas? wink emotikon”

“Pemateri apa? kalau suruh ngisi bab pernikahan aku belum berani, cacat etik.kkkk. Selagi saya bisa, dan itu baik, Insya Allah siap.”

“Saya dan rekan2 di IPPNU kota Bandung tertarik untuk mengundang mas jadi pemateri, hanya saja belum kami agendakan smile emotikon”

“Insya Allah, siap; bahasanya jangan pemateri. saya masih bodoh; sharing atau diskusi, gitu. hehe. Diagendakan saja. tapi sampai awal desember, saya belum bisa. kebetulan di daulat jadi ketua panitia daerah kongres IPNU, 4-8 desember acaranya. IPNU Jawa Tengah juga sedang memasuki tahap akhir kaderisasi, tahun ini saya canangkan tahun kaderisasi, jadi banyak keliling. Kalau di agendakan, jangan mendadak, hehe”

“Insya Allah kang nanti saya bicarakan lagi dengang rekanita yang lain. Tapi mas bersedia, kan, kalau harus berkunjung ke Bandung? smile emotikon”

“Insya Allah, (untuk NU) gunung kan kudaki, lautan ku seberangi, hehehe. Agenda, akhir desember atau januari saya juga diundang ngisi di kalimantan, nunggu pilkada selesai.”

“Alhamdulillaah, baiklah kalau begitu mas. Sekali lagi terimakasih banyak.”

“Iya, sama-sama, neng. grin emotikon”
“Assalamu’alaikum.. smile emotikon”
“Wa’alaikum salam smile emotikon”

 

Semarang, 16 November 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: