Mengapa Kau Abaikan Cintaku?

Bukankah setiap saat aku selalu memberimu angin, detak jantung, akal untuk memproduksi gagasan serta rizki yang setiap hari kau makan? Bukankah itu bukti nyata cintaku padamu?

Aku menjadikan malam sebagai tempat mengdumu, dari siang yang melelahkan. Akulah yang memejamkan matamu ketika kau hanya mampu berbaring. Juga aku yang membangunkanmu.

Aku juga membahagiakanmu keindahan dan cinta diantara kamu; lalu kau berbahagia dengannya. Teganya kau acuhkan aku, mengabaikanku. Bukankan semenjak 14 abad yang lalu kau kutantang, bisakah menghitung nikmatku, dan tak ada yang bisa? Sampai hari ini. Sampai detik ini.

Ditengah kerinduanku ini, kau tak pernah menyapaku, palagi mengingatku. Waktu kencan lima kali sehari semalam kau seringkali telat, bahkan tak datang. Padahal aku menunggu kau menyapaku; lalu kita melepas rindu.

Kau seringkali mengkhianatiku. Sering sesering-seringnya. Masih ingatkah kau akan janjimu: bahwa doamu, kasihmu, pengabdianmu, hidupmu dan bahkan matimu hanya untukku semata, bukan yang lain? Kata dan janji manis itu acapkali kau ucapkan, namun seringkali kau abaikan dalam hati maupun tindakan.

Ketika begitu kelakuanmu, karena aku sayang, kadang aku iseng memberimu kejutan: ujian, cobaan dan teskis, agar kau mengingatku. Ketika sehat badanmu yang selalu kujaga kuberi sedikit sakit, kau baru butuh kepadaku dan merayuku. Ketika jatah makanan untukmu sedikit kuundur, kau baru mengingatku bahwa kau membutuhkanku.

Itu semua masih kumaafkan, apapun kesalahanmu, kecuali jika kau selingkuh, menduakan cintaku: menyekutukanku dengan selainku.

Bahkan, ketika kau menipu dan menindas banyak orang dengan mengatasnamakanku, aku masih menunggu kau kembali di pintu permaafan.

Aku setia mencintaimu; jadi, jangan sekali-kali kau mengkhianatiku. Kembalilah kepadaku, kau akan merasakan betapa dahsyatnya cintaku. Kau akan mampu berdiri tegar ketika seisi dunia menghina-hinamu. Kau akan seperti terkena hujan ketika badai taufan mengoyak kehidupanmu. Kau tak akan menderita apapun yang kau alami, karena cintaku. Hanya ada kedamaian: syurga yang tumbuh bersemi dihatimu.

Semarang, 02/12/2015 – 01:35
Lembur H-2 Kongres IPNU XVIII

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: