Keutamaan Maulid Nabi Muhammad saw

Inilah salahsatu “oleh-olehku” hadir di Forum Maiyah: Macapat Syafaat, 17 Desember 2015 kemarin di Kasihan, Bantul, Jogjakarta. Semoga bermanfaat dan menambah cinta kita kepada Kanjeng Nabi, dengan memperbanyak membaca shalawat dan menginternalisasikan keteladanan hidupnya, dalam diri kita. Amin.

Adalah KH Ahmad Muzammil, kyai asal pulau garam Madura yang diberi kesempatan berbicara dalam satu sesi di malam itu, di depan ribuan jamaah. Beliau mengawali dengan menekankan keutamaan membaca shalawat kepada kanjeng Nabi Muhammad. Mengutip kitab I’anatut Thalibin juz III (hal. 365), pengurus Nahdatul Ulama DIY ini mengisahkan seorang pemuda dengan khalifah Bani Umayyah, Malik bin Marwan.

***

Alkisah, pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan, ada seorang pemuda yang berperawakan menawan di kota Syam. Dia mempunyai kesukaan menunggang kuda.

Suatu ketika, dia berada di punggung kudanya, tiba-tiba kuda yang di tungganginya lari dengan kencang. Kuda tersebut membawanya lari melewati jalan-jalan sempit di kota Syam. Dia tidak mampu menghentikan kudanya dan terus berlari menuju kearah pintu gerbang istana Khalifah dan berpapasan dengan putra sang Khalifah. Sang putra tersebut tidak mampu menahan laju kuda dan akhirnya tertabraklah dia oleh kuda tersebut. Sang putra khalifahpun terbunuh olehnya.

Dan berita kejadian itupun sampai ke telinga khalifah. Lalu sang Khalifah menyuruh si pemuda itu ditangkap dan didatangkan kehadapannya.

Ketika pemuda itu hampir tiba di hadapan khalifah, dia berkata dalam hati : “Seandainya Allah SWT menyelamatkanku dari peristiwa ini, aku akan menyelenggarakan walimah yang besar dan aku akan meminta dibacakan Maulid Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam”.

Setelah pemuda itu sampai di hadapan Khalifah, sang Khalifah memandanginya, lalu khalifah tertawa, padahal sebelumnya dia terbakar api amarah. Kemudian sang Khalifah bertanya,
“Wahai pemuda, apakah kau pandai ilmu sihir?”.
“Tidak, demi Allah wahai Amirul mukminin”, jawab si pemuda.

Lalu sang Khalifah berkata:
“Aku telah memaafkanmu, tapi katakan padaku apa yang ada dihatimu?”.
“Aku berkata dalam hati: ‘Seandainya Allah SWT menyelamatkanku dari kejadian yang dahsyat ini, aku akan mengadakan walimah untuk Maulid Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam’.” jawab si pemuda.

Sang Khalifah pun kemudian berkata : “Baiklah aku lepaskan kamu dari hukuman ini dan ini seribu dinar untuk mengadakan acara Maulid Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam. Engkau telah terbebas dari darah anakku”.

Kemudian si pemuda itu beranjak pergi dari hadapan sang Khalifah. Dia dimaafkan dari hukuman mati dan malah-malah mendapatkan seribu dinar dengan keberkahan Maulid Nabi.

Masihkah kita meragukan keutamaan shalawat dan Maulid Nabi?
(Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: