Peringkat Manusia

Sang ini, aku mendapat dua kabar yang biasa-biasa saja.

Kabar pertama: adik ketigaku Kuni Farichatul Kamila (Kunifk), mendapat peringkat 1 di kelasnya.

Kabar kedua: adik kelimaku, Ahmad Khatibul Anam, mendapat peringkat 37 di kelasnya.

Peringkat, bagiku, tak penting dan tak harus ada. Jangankan dari sisi mata pelajaran, dari sisi penciptaan saja: Allah melebihkan satu dengan lainnya. Artinya, setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Setiap manusia, juga tak bisa dan takkan pernah bisa menjadi orang lain. Bisanya hanya menjadi diri sendiri, dengan segenap potensi yang dimilikinya.

Apalagi, kelebihan dan rangking teratas, menurut Allah, adalah ia yang paling bertaqwa(inna akramakum ‘indallahi atqakum). Juga, kata nabi, orang yang baik adalah ia yang paling bermanfaat bagi sesama-manusia(khairunnas anfa’uhum linnas). Sedangkan “manfaat” sendiri tidak kalkulatif-kuantitatif, sulit dan bahkan mungkin tak bisa untuk dinilai.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: