Sang Nabi Akhir Zaman: Muhammad saw

Di pertengahan abad 6 masehi, hari Senin 12 Rabi’ul Awwal bertepatan dengan tanggal 26 April 571 masehi, dibumi yang tandus dan gersang, seorang lelaki terlahir ke dunia, dengan keadaan yatim. Lelaki ini kelak akan menjadi manusia yang paling populer di dunia.

Ayahnya bernama Abdullah, seorang yang terhormat dari suku Quraisy. Sedangkan ibunya bernama Aminah, yang tak lama kemudian juga menyusul sang suami menuju alam baqa.

Anak itu diberi nama Muhammad, atau juga ada yang meyebut Ahmad. Ia disusui dan diasuh oleh seorang wanita bernama Halimah Sa’diyah, di sebuah desa yang masih murni, jauh dari ingar-bingar kota.

Pada umur 6–8 tahun, Muhammad dibesarkan oleh kakeknya: Abdul Muthalib. Ketika sang kakek wafat, kemudian dibesarkan oleh pamannya: Abu Thalib.

Muhammad seorang yang jujur dalam berbicara. Atas kejujurannya, ia mendapat gelar Al Amin (dapat dipercaya). Ia juga seorang yang santun, pemalu, tepo sliro, pemaaf dan pekerja keras, ditengah kerasnya kehidupan kawasan negeri Hijaz.

Pada usia 13 tahun mulai membangun karier dengan berbisnis, menemani Abu Thalib berdagang ke negeri Syam. Kemudian, atas keuletan, kejujuran dan daya pikatnya, ia sukses besar dalam bisnisnya.

Menapaki usia 25 tahun, ia menikahi Siti Khadijah binti Khuwailid, seorang saudagar yang menjadi partner dalam bisnisnya. Konon, maharnya jika dihitung dengan kalkulasi hari ini, mencapai angka 400-an juta.

Kebijaksanaan Muhammad muda nampak, ketika ia berhasil mendamaikan pertikaian antar kabilah yang berebut meletakkan Hajar Aswad. Atas inisiasinya, batu itu ditaruh diatas kain dan kemudian diangkat secara bersama-sama. Terhindarlah pertikaian.

Pada usia 40 tahun, ia pertama kali menerima wahyu dan dilantik menjadi Rasulullah, utusan Allah di muka bumi. Kemudian melakukan dakwah diam-diam selama 3 tahun di Makkah, dilanjutkan dakwah secara terang-terangan selama 10 tahun.

Dalam dakwah, sang nabi Muhammad SAW ditentang oleh kaumnya sendiri: Quraisy. Terlunta-lunta. Ia menerbarkan agama dengan senyuman, akhlak dan bukan kemarahan. Beberapa kali dilempari kotoran ketika menuju masjid, namun malah pelaku di doakan. Banyak orang yang masuk Islam karena melihat wajahnya yang ramah, penuh pancaran cahaya.

Ia kemudian hijrah ke Madinah setelah 13 tahun berdakwah di Makkah. Di Madinah sang nabi diangkat menjadi pemimpin negara sekaligus pemimpin agama. Dalam membangun negara, ia tidak menggunakan Islam sebagai ideologi negara, namun konstitusi pertama di dunia: Piagam Madinah. Negara Madinah kemudian menjadi potret negara ideal, pluralis dan saling memahami perbedaan.

Ia menyuruh pengikutnya agar saling mengasihi, mencintai dan menghindari fitnah. Mencari kebaikan orang lain dan menutup kekurangan orang lain. Dalam statemennya, nabi bahkan tegas: tidak beriman seseorang yang tidakmencintai saudaranya, laiknya mencintai dirinya sendiri.

Sang nabipun berpesan, agar si kaya mengasihi si miskin, anak yatim dan orang-orang tertindas. Pesan yang sarat dengan nilai humanisme.

Setelah haji wada’ (10 H) kesehatan sang nabi akhir zaman mulai menurun. Sang Nabipun wafat pada hari Senin bulan Rabiul Awal tahun 12 hijrah bertepatan dengan tanggal 6 Juni 632 masehi.

Terkhusus pada bulan maulud, umat Islam mengenangnya, menggali kembali keteladanan dan kisah heroik hidupnya; sebagai bekal mengarungi dunia.

Setelah 15 abad pasca wafatnya, kini namanya masih selalu disebut oleh manusia di seluruh penjuru dunia. Namanya ada di buku-buku, toko-toko, awalan nama seorang lelaki dan terpatri dalam sanubari. Kisah keteladanan dan ajaran hidupnya diceritakan dari generasi ke generasi, dari mulut ke mulut dari buku ke buku. Kisah hidupnya dikodifikasi dalam 6 kitab hadis indik terkenal: kutubus sittah; dan dijabarkan dalam beribu-ribu kitab oleh para followernya.

Kini, di jaman android dan gadget ini, di jaman yang hampir tak mengenal martabat dan kehormatan ini, narasi hidupnya sangat memiliki relevansi untuk diinternalisasi. Khususnya umat Islam, yang masih disibukkan dengan problem khilafiyah dan pertikaian.

Shallu ‘Alan Nabi Muhammad.

 

Semarang, 17 Desember 2015

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: