Haha! Lucunya Sinetron Teroris di Sarinah

Ini hanya pandangan awam dan abal-abal gue, sob. Jadi jangan dianggap serius, apalagi dengan emosi! Ini hanya untuk hiburan semata.

Nonton video adegan “penanganan” teroris di Sarinah, kawasan Thamrin Jakarta, kemarin (14/1), sontak saya ngakak: kakakaka!!! Ini, untuk kesekian kalinya, adalah dagelan lucu yang cukup layak dijadikan hiburan.

Mungkin hanya di Indonesia, lho, ada penanganan teroris kok ditonton: persis syuting pilem India. Nggak hanya ditonton ratusan orang, bahkan ada juga yang tak sabar merogoh tas, ambil android dan melakukan aksi menyenangkan diri: selfie. Ada juga yang mengatakan itu salah target, seperti dalam meme yang gempar itu: harusnya Suriah, bukan Sarinah! Dasar teroris budeg! haha!

Melihat itu, sebenarnya, orang Indonesia itu nggak pernah dan nggak akan pernah taku sama yang namanya makhluk yang bernama teroris. Lha wong sejak kecil ajaudah ditakut-takuti sama genderuwo, kuntilanak, suster ngesot sampai jaelangkug, kok!

Lha ini, orang-orang barat, mbuat makhluk yang namane teroris! Haha, sontak saja kami tertawa!

Blas nggak ada serem-seremnya!

Saya membayangkan, CIA, KGB bahkan Mozzart dibuat bingung: ini manusia apaan? Bagaimana cara nakutinnya?

Bagi Barat (utamanya Amrik), war is bisnis: perang itu bisnis. Jadi, wajar kalau mereka bikin ontran-ontran yang namanya teroris. Lalu, seakan-akan jadi superman, Mas Amrik sok datang membantu. Padahal, mereka sendiri yang bikin seperti kata Kim Jong Un, khususnya semenjak jaman Presiden Kennedy membuat Al-Qaeda, juga membuat Pesyawar University di India, yang kemudian banyak nyiptain kader-kader unggul teroris, sampai ke Indonesia.

Kalau nggak ada itu, soalnya mereka nggak hidup. Dapat makan dan minyak darimana?

Ketika jaman Gus Dur jadi Presiden, disuruh menandatangani Penanggulangan Terorisme Internasional, beliau nggak mau. Faktanya kan memang nggak ada teroris di Indonesia, lalu kemudian meletuslah bom Bali. Mau nggak mau kemudian, ketika jama Ibu Mega, tanda tangan.

Dari dulu sampai sekarang, penanganan teroris juga nggak karu-karuan, meninggalkan aspek kemanusiaan: dibunuh ditempat. Juga penanganan teroris di Thamrin kemarin.

Kok bisa, yang nanganin hanya beberapa polisi? Kemana itu densus 88? Kemana itu bala pasukan polisi dan tentara yang ribuan? Apa mereka nggak pada punya pulsa? CCTV untuk apa?

Ah, itu memang dagelan!

Anehnya, sob, pernyataan mengejutkan datang dari AKBP Untung Sangaji. Dalam sebuah diskusi di Jakarta kemarin, anggota Polair yang menembak pelaku teror Sarinah, Jl MH Thamrin, itu menyebut ada dua teroris lain yang kabur ke arah Tanah Abang. Tuh, kan, kok bisa? padahal kan banyak CCTV, Polisi se-Indonesia juga ribuan, bisa bisanya kabur?

“Ada yang lari, dia waktu lari ke arah Tanah Abang. Ada dua dia bawa sesuatu seperti tas,” kata Untung dalam talkshow bertajuk ‘Di balik Teror Jakarta’ di Jakarta, Sabtu (16/1).

Dengan lugas dan tanpa baper tentunya, Untung mengatakan, kedua orang tersebut kabur dengan menggunakan sepeda motor. “Saat itu dengan helm sama seperti yang pakai topi, pakai ransel, itu satu motor mereka,” ujarnya.

Untung menambahkan, doi melihat dua orang terduga pelaku teror itu kabur, namun doi memilih fokus melumpuhkan pelaku yang bersembunyi di balik mobil yang diparkir di depan Starbucks. “Kan enggak mungkin saya pecah perhatian,” ujarnya, yang langsung menangani di lapangan.

Ganjilnya, sob, pernyataan Untung itu dibantah oleh Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan. Mas Untungpun kemudan meralat. Bener-bener deh, menggoda kita untuk curiga!

Itulah Indonesia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: