Salah satu ulama kenamaan yang sekaligus dosen Universitas Al-Azhar Mesir, Syekh Dr Hisyam Kamil Hamid Musa Assyafii Al Azhari berkesempatan mengijazahi sanad kitab dan hadits kepada 2300 santri Pondok Pesantren Putra Putri An-Nawawi Berjan, Gebang, Purworejo. Pemberian ijazah tersebut dilangsungkan di masjid setempat, Jumat (23/9/2016) sore.

Kitab yang diijazahkan antara lain Taqrib, Arba’in Nawawi, Tuhfatul Athfal, Burdah, Aqidatul Awam, dan beberapa kitab kuning lainnya.

Dalam uraiannya, Syekh Dr Hisyam mengungkapkan, sanad (tali keilmuan) merupakan hal yang penting dalam proses belajar mengajar. Sanad juga merupakan bagian integral dari agama, ilmu agama yang dipelajari santri harus mempunyai sanad yang tersambung langsung kepada Nabi Muhammad SAW.

“Isnad keilmuan ini merupakan kekhususan dalam agama Islam yang tidak ada pada agama-agama selain Islam. Maka isnad ilmu agama ini merupakan hal yang pokok bagi umat Islam,” terangnya.

Sementara itu, Pengasuh PP An-Nawawi KH Achmad Chalwani Nawawi menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Syekh Dr Hisyam Kamil Hamid yang telah menyempatkan diri memberikan ijazah sanad kepada para santrinya.

“Kehadiran Syekh Dr Hisyam ini merupakan sesuatu yang tidak ternilai harganya bagi kami. Dr Hisyam adalah seorang yang sangat alim,” katanya.

Ilmu, kata dia, adalah agama. Maka harus diketahui dari mana ilmu itu didapat. “Kehadiran Syekh Hisyam di hadapan para santri tersebut merupakan bagian dari upaya kami untuk mengambil ilmu dari orang yang jelas sanadnya dari guru-guru beliau hingga Nabi Muhammad,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala PP An-Nawawi Ari Fuad Marzuki mengungkapkan, Syekh Dr Hisyam diagendakan berada di PP An-Nawawi selama dua hari.

Selain memberikan ijazah sanad, beliau juga diagendakan untuk berziarah ke makam KH Zarkasyi, KH Shiddieq, KH Nawawi muassis PP An-Nawawi.

“Beberapa sanad keilmuan yang diijazahkan kepada para santri itu antara lain Hadits Awaliyah, Hadits Mahabbah, Kitab Arbain Nawawi, Kitab Aqidatul Awam, Matan Abu Syuja? serta Kitab Burdah Syarifah,” tambahnya.

Sumber: NU Online dan Sorot Purworejo