Sepatu Mahal Itu Hilang di Masjid

“Mas, tau sepatu hitam disini, nggak?”, tanya seorang cewek cantik, berkerudung krem, kepadaku.


Foto diatas saya ambil ketika mampir di Masjid Jami’ Baitur Rahman, Semarang, Jawa Tengah, sore ini. Beberapa jenak setelah saya iseng selfie, datang dari arah dalam, seorang bapak agak tua, dengan rambut beruban, yang sepertinya sudah berkepala enam. Dibelakangnya mengikuti, seorang cewek cantik berkerudung krem. Keduanya melihat-lihat ke arah bawah. Setelah mengamati ujung kiri sampai kanan, sang cewek melempar tanya kepadaku, dengan pertanyaan diatas: “Mas, tau sepatu hitam disini, nggak?”

“Maaf, saya juga baru keluar dari masjid ini, Mbak, nggak tau,” jawabku.

Sebagai bentuk tanggungjawab sosial (dan membantu sang cewek, hehe) aku berusaha melihat-lihat juga, kanan, kiri, atas, bawah, dan sepatu yang dicirikan memang tak ada.

“Wah, jangan-jangan ketuker sama sepatu yang cokelat itu,” cetus sang cewek, menebak, sambil menunjuk sepatu berwarna krem.
“Mungkin saja, Mbak,” balasku, yang menduga ia adalah anaknya. Bapak yang belum begitu tua itu masih tampak mencari-cari kesana kemari.
“Ada baiknya tanya ke petugas parkir yang memakai baju biru-biru itu, Mbak,” saranku.

Kemudian mereka berdua turun ke lantai bawah, melewati deretan tangga. Aku juga turun lewat tangga dalam, ikut mencari di pintu masuk kanan. Dan sepatu yang dicirikan itu tak ada.

Sekalian menuju parkiran mobil, aku menngejar bapak-bapak yang jalan bareng dengan cewek itu. Ternyata ia sudah ada dalam mobil, hendak keluar dari pelataran masjid. Sedangkan sang cewek masih diluar, bersama dengan dua orang petugas parkir dan seorang bertopi, yang belum begitu tua.

“Gimana, Mbak, ketemu?” Tanyaku.
“Belum, Mas,” jawab si cewek, dengan roman muka gelisah. “Soalnya, kata bapaknya itu sepatu mahal,” imbuhnya.
“Ah, kalau sudah hilang, nggak mungkin ketemu, Mas. Si pencuri pasti sudah tau merk sepatu itu,” ketus petugas parkir, sambil memegang peluit.
“Disini memang rawan, Mbak,” imbuh petugas parkir lainnya.
“Lha kemarin sepatuku juga hilang disini,” aku seorang bertopi yang belum begitu tua, sambil menyebut merk sepatunya.
“Anu, Mbak, lain kali, coba dititipin di penitipan, itu di sebelah kanan dan kiri masjid. Karena rawan inilah, saya kira ada penitipan sepatu dan sendal itu,” saranku.
“Iya, Mas”, balasnya, yang masih bermuka kecut.

Kami sadari si bapak sudah keluar dengan mobil putih mengkilapnya. Kemungkinan besar ia seorang pengusaha, karena mobil berplat hitam. Tapi entahlah. Tapi, kenapa ini cewek kok nggak ikutan?

Kemudian kami berjalan perlahan berdua berdua, meninggalkan abang parkir dan seorang bertopi yang belum begitu tua.

“Kok nggak bareng, Mbak? Saya kira mbak datang bareng Bapaknya itu tadi,” tanyaku.
“Enggak, Mas. Beliau itu dari Demak. Sedangkan aku dari Sampangan.”
“Ohhh…balasku,” sambil penasaran, memiliki hubungan apakah gerangan.
“Duh…aku nggak enak banget, Mas, sama Bapaknya. Padahal ini baru pertama,” curhatnya, sambil melipat-lipat jari, yang membuatku makin tak mengerti.
“Kok bisa ketemuan disini?,” tanyaku, kepo, daripada pulang membawa penasaran.
“Anu, Mas. Beliau baru berlajar membaca Al-Quran. Daripada kita jauh saling kunjung-mengunjungi, kupilih di Masjid ini, yang agak tengah. Baru sekali ini, eh sepatu bapaknya dicuri,” jawab sang cewek, yang kini terungkap, ternya ia seorang ustazah.
“Ohhhh…,” ekspresiku, sedikit terperangah. “Hmmm, besok-besok dititipin aja, Mbak,” saranku, untuk kedua kalinya.
“Iya, Mas. Makasih ya, Mas,” jawabnya, dengan iringan senyuman, yang juga kubalas dengan senyuman.

Kemudian kami berpisah, dengan seorang cewek cantik berkerudung krem, yang entah siapa nama dan dimana alamatnya itu. Dan hiruk pikuk ibukota pun kembali menyongsongku. Dan semoga, bapak agak tua yang sedang belajar membaca Al-Quram itu, tak alergi ke masjid karena hilang sepatu mahalnya.

Semarang, 26 Februari 2017

Iklan

2 thoughts on “Sepatu Mahal Itu Hilang di Masjid

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: